MUI Kota Pariaman Ikut Tolak SKB Tiga Menteri

Metro- 16-02-2021 21:37
Ketua MUI Kota Pariaman, Syofyan Jamal saat beri tanggapan soal SKB tiga Menteri, Selasa (16/2). (Dok : Istimewa)
Ketua MUI Kota Pariaman, Syofyan Jamal saat beri tanggapan soal SKB tiga Menteri, Selasa (16/2). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Pariaman, Arunala - Terkait dengan penolakan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri yang dilakukan oleh Walikota Pariaman Genius Umar, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pariaman, Syofyan Jamal, juga mengeluarkan pendapatnya sekaligus menyampaikan hasil Musda yang dikeluarkan oleh MUI Sumatera Barat.

Dalam wawancara peliput MCP dengan beliau dirumahnya Selasa (16/2), Syofyan Jamal menyatakan bahwa beliau beserta pengurus MUI Kota Pariaman juga menolak keputusan 3 Menteri tersebut, sekaligus juga ikut memberikan suport dan dukungan kepada Walikota Pariaman atas tindakan yang telah beliau lakukan untuk menjaga nilai-nilai agama dan falsafat Minang, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

"Sesuai dengan pernyataan yang disampaikan oleh MUI Sumbar, mereka meminta agar SKB 3 Menteri tersebut direvisi kembali, supaya tidak terjadi penafsiran yang berbeda ditengah-tengah masyarakat. Pernyataan tersebut kemudian dipertegas lagi dengan keluarnya hasil Musda MUI Tingkat Sumbar yang menyebutkan SKB 3 Menteri tersebut tidak hanya sekedar direvisi kembali tetapi sebaiknya ditolak", ujar Ketua MUI Kota Pariaman ini.

Baca Juga

Beliau menjelaskan, sebenarnya di Kota Pariaman selama ini memang belum pernah terjadi pemaksaan terhadap anak didik terkait dengan pemakaian kerudung atau jilbab ini. Selama ini bagi pelajar muslim dan non muslim disampaikan, bahwa pendidikan yang mereka jalani di sekolah bukan hanya sebagai tempat menimba ilmu saja, akan tetapi juga sebagai tempat pembentukan karakter mereka".

"Salah satu pembentukan karakter tersebut adalah melalui pengamalan Islam bagi umat muslim yang memeluknya, sedangkan bagi non muslim, kita tidak pernah memaksakan kehendak kita, mereka dibiarkan untuk menjalani apa yang mereka inginkan sesuai dengan keyakinan mereka masing-masing, dan berpakaian juga sesuai keinginan mereka asal mejaga tertib dan kesopanan", jelas Syofyan Jamal lebih lanjut.

"Berjilbab itu sebenarnya bukan karena adanya SKB 3 Menteri, bukan karena adanya aturan, akan tetapi apa yang kita lakukan tersebut adalah menuruti aturan Allah SWT dan aturan agama kita. Tetaplah melaksanakan ajaran agama sesuai dengan keyakinan masing-masing, dan bagi umat muslim jangan pula dibuka jilbab yang telah biasa dipakai hanya karena adanya aturan dari SKB 3 Menteri", himbau Ketua MUI Kota Pariaman ini.

"Buat Wali Kota Pariaman Genius Umar, kami atas nama MUI Kota Pariaman dan juga MUI Sumbar, sangat mendukung keputusan yang bapak lakukan untuk menjaga marwah dan harga diri masyarakat Minangkabau yang ada di Sumatera Barat ini umumnya, dan khususnya Kota Pariaman", tutur Syofyan Jamal.

Komentar