Tanahdatar, Arunala.com - Sabtu (27/7/2024), Kabupaten Tanahdatar menjadi daerah berikutnya di Sumbar untuk pelaksanaan kegiatan Galanggang Arang.
Kegiatan yang mengusung tema “Anak Nagari Merawat Warisan Dunia”, di Tanahdatar ini akan digelar pada Sabtu (27/7/2024) hingga Rabu (31/7/2024) di dua nagari yakni Nagari Tanjung Barulak dan Nagari Sumpur.
Untuk diketahui, Galanggang Arang sebelumnya telah dilaksanakan di Kota Padang, Kota Solok, Kota Sawahlunto, Kabupaten Padangpariaman dan Sijunjung.
Menurut Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan (PPK) Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbudristek RI, Irini Dewi Wanti, program Galanggang Arang merupakan pelaksanaan komitmen pemerintah Indonesia yang telah mengusulkan WTBOS sebagai Warisan Dunia ke UNESCO.
"Melalui kegiatan ini kita juga berharap akan muncul pula berbagai komitmen dari pemangku kepentingan, termasuk Pemprov Sumbar untuk bersama-sama merawat, melindungi dan melestarikan WTBOS, yang merupakan peninggalan penting industri tambang batubara di Sumbar," sebut Irini.
Kegiatan Gelanggang Arang juga bentuk kolaborasi dan sinergitas semua pemangku kepentingan baik Pemprov Sumbar, pemkab, pemko. Termasuk pihak BUMN dan pihak swasta untuk memperkuat ekosistem Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahluntonto (WTBOS), yang telah ditetap menjadi Warisan Dunia oleh UNESCO tahun 2019.
Irini melanjutkan, setelah di Tanahdatar, Galanggang Arang 2024 akan berlanjut di Kota Padangpanjang dan Kabupaten Solok.
Kurator dan penanggungjawab Galanggang Arang Tanahdatar, Edy Utama menyampaikan, dalam pelaksanaan Galanggang Arang di Tanahdatar ini, sejumlah kegiatan yang bersifat kolaboratif dan partisipatif telah disiapkan.
"Kegiatannya dimulai Sabtu (27/7/2024) dengan melaksanakan gotong royong di lokasi utama Galanggang Arang, yakni di kawasan Stasiun Sumpur, Nagari Tanjung Barulak," kata Edy Utama.
Pada hari yang sama juga, lanjut Edy Utama, dilaksanakan musyawarah Kerapatan Adat Nagari (KAN) yang terdiri dari ninik-mamak, tungku tigo sajarangan di Balai Adat Naga Tanjung Barulak.
"Musyawarah ini mencari kata sepakat untuk bersama-sama berkomitmen merawat dan melestarikan warisan budaya, termasuk WTBOS," pungkas Edy Utama. (*)


Komentar