Pawai Telong-telong Kenang Sejarah Perjuangan Kota Padang

Metro- 07-08-2024 12:53
Atraksi tarian naga tampil saat Pawai Telong-telong, Selasa (6/8/2024) malam. Diskominfo Kota Padang
Atraksi tarian naga tampil saat Pawai Telong-telong, Selasa (6/8/2024) malam. Diskominfo Kota Padang

Padang, Arunala.com--Pawai Telong-telong menutup rangkaian kegiatan Festival Siti Nurbaya Tahun 2024 dalam rangka memeriahkan HUT ke-355 Kota Padang, di depan Kantor Balai Kota Lama, Selasa (6/8/2024) malam. Selain utusan 11 kecamatan, peserta Pawai Telong-telong juga diikuti dari sejumlah BUMN dan BUMD di Kota Padang.

Masing-masingnya saling menampilkan kreasi dalam arak-arakan dengan menggunakan atribut simbol perjuangan, seni budaya dan potensi daerah.

Pawai Telong-telong berlangsung dengan rute dimulai dari Gedung Youth Center Bagindo Azizchan, Jl M Yamin depan Masjid Nurul Iman, dan berakhir di Balai Kota Padang.

"Pawai Telong-telong rutin digelar Pemerintah Kota Padang setiap momentum perayaan Hari Jadi Kota Padang yang jatuh pada 7 Agustus," kata Pj Wali Kota Padang.

Pawai Telong-telong, imbuh dia, memiliki arti penting dalam sejarah perjuangan Kota Padang. "355 tahun lalu, sebagaimana kita ketahui, terjadi peristiwa penyerangan loji Belanda. Pejuang melakukan telong-telong sehingga Belanda terkecoh," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang menyebut banyak keistimewaan dan hal baru dalam pegelaran Festival Siti Nurbaya kali ini. "Seperti penayangan video mapping yang pertama kali dilaksanakan di Sumbar. Juga penampilan hologram Siti Nurbaya yang pertama di Indonesia," katanya.

Menurut dia, Festival Siti Nurbaya tahun ini mendapat animo yang luas dari wisatawan. "Yang hadir tidak hanya wisatawan lokal, tapi juga internasional. Ada turis Belanda, Jerman, Vietnam, dan banyak lagi," bebernya.(*)

Komentar