Padang, Arunala.com--Neonatus atau sebutan pada bayi usia kurang dari satu bulan (0-28 hari) mempunyai tubuh yang sangat lemah dan rentan terkena penyakit. Itulah kenapa bayi yang baru lahir perlu mendapatkan perhatian khusus supaya kesehatannya tetap optimal.
"Perawatan pada neonatus ini membutuhkan dan seringkali memerlukan teknik serta keterampilan yang spesifik serta cermat,” kata Direktur Utama RSUP M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua saat Workshop Manajemen Surfaktan untuk Terapi RDS pada Neonatus di Auditorium Lantai IV RSUP M Djamil, Sabtu (24/8/2024).
Workshop ini diikuti 21 tenaga kesehatan dari berbagai rumah sakit di Sumbar.
Ia mengatakan sebagai sebuah rumah sakit pendidikan dan rujukan, RSUP M Djamil memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan bahwa pelayanan kesehatan yang diberikan selalu berdasarkan ilmu pengetahuan terbaru dan teknologi terkini.
“Tentunya pelatihan ini memiliki peran yang krusial dalam memperkuat kemampuan dan pengetahuan tenaga kesehatan dalam menangani bayi-bayi yang memerlukan perawatan," ungkapnya.
Apalagi, sebut Dovy, neonatus terutama yang lahir dengan kondisi prematur, merupakan kelompok pasien yang rentan terhadap gangguan pernapasan. "Dengan gangguan tersebut menjadi salah satu tantangan utama yang sering dihadapi dalam perawatan bayi baru lahir," ucapnya.
Ia berharap melalui pelatihan para tenaga medis, baik dokter maupun perawat dapat lebih memahami manajemen surfaktan dalam terapi RDS serta mampu menerapkan teknik-teknik terbaru dalam praktik sehari-hari. Dengan begitu, dapat meningkatkan angka keselamatan dan kualitas hidup neonatus.
"Mari manfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kompetensi demi memberikan pelayanan terbaik kepada pasien," tutur Dovy.
Sementara itu, Ketua CN Sumbar dr Enny Yantr SpA (K) mangatakan dalam pelatihan kali ini menghadirkan sejumlah narasumber pakar dibidangnya. Yakni Prof Dr dr Rinawati Rohsiswatmo SpA(K) dan dr Benny Sana Putra Sp.A(K).
“Ini merupakan rangkaian pelatihan yang kita laksanakan sebelumnya seputar neonatus dan penanganannya. Tentunya kita berharap para peserta dapat meningkatkan kompetensi melalui pelatihan-pelatihan yang kita laksanakan ini,” pungkas dokter konsultan anak itu.(*)


Komentar