Irsyad Syafar: Penting Pengembangan potensi dan Peningkatan PAD

Ekonomi- 14-10-2024 09:00
Wakil Ketua DPRD Sumbar sementara, Irsyad Syafar bersama Plt Gubernur Audy Joinaldy saat resepsi peringatan Hari Jadi Provinsi Sumbar ke-79 di Istana Gubernur Sumbar, Selasa (1/10/2024). (dok : istimewa)
Wakil Ketua DPRD Sumbar sementara, Irsyad Syafar bersama Plt Gubernur Audy Joinaldy saat resepsi peringatan Hari Jadi Provinsi Sumbar ke-79 di Istana Gubernur Sumbar, Selasa (1/10/2024). (dok : istimewa)

Padang, Arunala.com - Ketua DPRD Sumbar sementara, Irsyad Syafar ingatkan pentingnya pengembangan potensi daerah dan peningkatan PAD.

Ini disampaikan Irsyad Syafar saat menghadiri malam resepsi peringatan Hari Jadi Provinsi Sumbar ke-79 di Istana Gubernur Sumbar, Selasa (1/10/2024).

Apa yang dikatakan Irsyad ini berhubungan dengan tema hari jadi Sumbar kali ini yakin "Sumbar Maju Bermartabat".

"Untuk itu harus dimaknai dengan upaya meningkatan segala hal yang berkaitan dengan potensi daerah serta PAD," ungkapnya.

Kemajuan yang diupayakan, pinta Irsyad, dengan membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul cerdas serta madani, sehingga mampu berkontribusi lebih dalam pembangunan daerah dan berdiri di kaki sendiri.

" Dengan SDM unggul, cerdas dan madani, akan meningkatkan kesejahteraan serta memberikan dampak positif terhadap pembangunan daerah di semua sektor," katanya.

Dia mengungkapkan kondisi sekarang tidak terlepas dari sejarah masa lalu yang berkembang secara dinamis, semua perlu merenung dalam keinginan untuk perbaikan Sumbar kedepan.

Dia menegaskan, berangkat dari sejarah masyarakat Minang yang dulunya dikenal dengan tempat lahirnya para pemikir-pemikir ulung. Masa-masa itu diharapkan terulang kembali.

Sebut saja M Yamin yang gagasannya menjadi pemantik bagi anggota sembilan untuk melahirkan Piagam Jakarta yang kemudian menjadi cikal bakal lahirnya Pancasila pada Juni 1945.

Mohammad Hatta, Wakil Presiden pertama yang dikenal sebagai bapak ekonomi Indonesia. Datuk Ibrahim Tan Malaka yang pemikiran progresifnya menjadi pelecut bagi kaum revolusioner Indonesia, bahkan pemikiranya masih hidup dan menjadi bagian kerangka kritis dari sebagaian kaum pergerakan.

"Adalagi Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau lebih populer dipanggil Buya Hamka, Agus Salim yang terkenal dengan keterampilan berdiplomasi dan lobby yang tinggi, tentu masih banyak lagi tokoh-tokoh lainya yang tak tersebutkan satu persatu," katanyanext

Komentar