Rancangan APBD 2022 Kabupaten Dharmasraya Dibahas

Metro- 25-10-2021 19:24
Ketua DPRD Dharmasraya, Pariyanto dan Wakil Ketua, Adi Gunawan serta Bupati Sutan Riska seusai rapat pleno pembahasan rancangan APBD 2022, Senin (25/10). (Dok : Istimewa)
Ketua DPRD Dharmasraya, Pariyanto dan Wakil Ketua, Adi Gunawan serta Bupati Sutan Riska seusai rapat pleno pembahasan rancangan APBD 2022, Senin (25/10). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Dharmasraya, Arunala - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dharmasraya gelar rapat paripurna penyampaian Rancangan APBD tahun 2022 untuk kabupaten itu, di ruang rapat utama DPRD setempat, Senin (25/10).

Rapat dipimpin langsung Ketua DPRD Dharmasraya, Pariyanto dan pimpinan dewan lainnya.

Hadir juga dalam rapat itu Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan, Sekkab Adlisman, anggota DPRD dan lainnya.

Baca Juga

Dalam rapat paripurna tersebut Bupati Dharmasraya, Sutan Riska menyampaikan secara umum rancangan APBD 2022 kabupaten itu sebesar Rp939 miliar lebih. Jumlah tersebut turun sebanyak 9,56 persen dari total APBD 2021 yang mencapai Rp1 triliun lebih.

"Kondisi ini disebabkan adanya pengurangan alokasi transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) tahun 2022 dari pemerintah pusat. Pasalnya kondisi keuangan negara juga alami penurunan akibat pandemi Covid-19 yang harus ditanggulangi," ujar Sutan Riska.

Sutan Riska menguraikan total pendapatan daerah pada Rancangan APBD 2022 sebesar Rp874 miliar. Jumlah ini mengalami penurunan 8,2 persen dari APBD 2021 yang sebelumnya mencapai Rp950 miliar.

Pendapatan daerah ini meliputi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diproyeksi mencapai Rp92 miliar, Dana Transfer Rp781 miliar dan Lain lain Pendapatan Daerah yang sah sebesar Rp500 juta.

Sedangkan untuk belanja daerah, lanjut Sutan Riska, pada rancangan APBD 2022 direncanakan sebesar Rp939 miliar lebih terdiri dari Belanja Operasi Rp697 miliar, Belanja Modal Rp88 miliar, Belanja Tak Terduga Rp49 miliar, dan Belanja Transfer sebesar Rp104 miliar.

"Sementara untuk pengeluaran pembiayaan tahun 2022 tidak dialokasikan, mengingat kondisi keuangan yang mengalami penurunan signifikan, sehingga tidak dialokasikan untuk penyertaan modal," tukas Sutan Riska lagi.

Dirinya juga sampaikan permohonan maaf karena menyadari rancangan APBD 2022 belum mampu mengakomodir semua kebutuhan dan keinginan masyarakat secara keseluruhan.

"Hal ini bukan berarti mengabaikan aspirasi dan kebutuhan masyarakat. Namun semata-mata disebabkan oleh keterbatasan kemampuan keuangan daerah pada saat ini," kata Sutan Riska.(*)

Komentar