.
Ia menjelaskan rumah sakit sebagai institusi pelayanan publik dituntut untuk tidak hanya memberikan layanan yang profesional dan berkualitas. Namun juga senantiasa mengedepankan etika, empati, dan komunikasi yang baik. Oleh karena itu, pihaknya terus berupaya melakukan perbaikan berkelanjutan melalui evaluasi mutu layanan dan keterlibatan aktif seluruh unsur, baik internal maupun eksternal.
"Harapan kami, kegiatan ini dapat menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi, membangun kepercayaan publik, serta menjembatani aspirasi masyarakat demi pelayanan rumah sakit yang semakin baik, inklusif, dan humanis," harap Dovy.
Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Andalas Prof. Dr. Zainul Daulay, S.H, M.H mengapresiasi forum komunikasi publik yang digelar oleh RSUP Dr. M. Djamil. Forum ini dinilai sebagai langkah strategis dan sangat positif dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
"Saya mengapresiasi Forum Komunikasi Publik yang diinisiasi oleh RSUP Dr. M. Djamil ini. Ini adalah wujud nyata dari upaya rumah sakit untuk mendekatkan diri dengan masyarakat, mendengarkan masukan, dan secara bersama-sama merumuskan standar pelayanan yang terbaik," ujar Prof. Zainul Daulay.
Ia mengatakan penyusunan standar pelayanan publik yang melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat sebagai penerima layanan, sangat krusial. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan akuntabilitas penyelenggara layanan, tetapi juga memastikan bahwa standar yang ditetapkan benar-benar relevan dan memenuhi kebutuhan publik.
"Dalam konteks hukum administrasi negara, partisipasi publik dalam penyusunan standar pelayanan adalah fundamental. Ini sejalan dengan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik, di mana pelayanan publik harus transparan, partisipatif, dan akuntabel," jelas Prof. Zainul Daulay.
Prof. Zainul Daulay berharap agar inisiatif serupa dapat terus dilanjutkan dan menjadi contoh bagi lembaga-lembaga pelayanan publik lainnya. "Semoga kegiatan ini dapat terus menjadi agenda rutin dan memberikan dampak signifikan dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Sumatera Barat khususnya, dan Indonesia pada umumnya," harapnya.
Sesi sosialisasi diawali pemaparan Standar Pelayanan RSUP Dr. M. Djamil oleh Asisten Manajer Pelayanan dr. Vika Cikita. Ia menjelaskan secara rinci komponen-komponen standar pelayanan di Instalasi Gawat Darurat, Rawat Jalan dan Bedah Sentral. Mulai dari persyaratan, sistem, mekanisme, prosedur, jangka waktu pelayanan, biaya/tarif, produk pelayanan, penanganan pengaduan, hingga sarana dan prasarana.
Setelah sosialisasi, sesi dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang menjadi inti dari FKP ini. Para panelis memberikan pandangan serta masukan atas standar pelayanan publik. Dan ditanggapi oleh jajaran direksi rumah sakit.(*)


Komentar