Rahmat Saleh Dorong Kader PKS Jaga Amanah Usai Muswil VI Sumbar

Metro- 25-08-2025 17:09
Wasekjen Organisasi, Administrasi dan Literasi DPP PKS, Rahmat Saleh. IST
Wasekjen Organisasi, Administrasi dan Literasi DPP PKS, Rahmat Saleh. IST

.

"Saya ucapkan selamat bertugas kepada teman-teman yang dilantik di Sumatera Barat maupun seluruh Indonesia. Semoga mampu mengemban amanah dengan sungguh-sungguh," tambahnya.

Muswil VI PKS Sumbar sendiri digelar di Ballroom Pangeran Beach Hotel, Padang, Minggu (24/8/2025).

Pelantikan pengurus dilakukan secara hybrid oleh Presiden PKS, Almuzammil Yusuf, yang serentak melantik kepengurusan di seluruh provinsi.

Dalam sambutannya, Almuzammil memberikan apresiasi atas dedikasi pengurus periode sebelumnya.

"DPP mengucapkan terima kasih atas jasa dan baktinya. Jazakumullahu khairan," ujarnya.

Ia menekankan pentingnya menjaga tiga modal utama partai, yakni struktur yang solid, kader yang militan, dan pelayanan yang kokoh.

Almuzammil juga mengingatkan agar pengurus fokus pada K2P2 (Kader, Kaderisasi, dan Pemenangan Pemilu) sekaligus memperkokoh identitas partai dalam mewujudkan Islam Rahmatan Lil Alamin.

Beberapa tokoh ditetapkan dalam kepengurusan baru, antara lain Mahyeldi sebagai Ketua MPW, Gustami Hidayat sebagai Sekretaris MPW, Irsyad Syafar sebagai Ketua DSW, dan Donis Satria sebagai Sekretaris DSW.

Di sisi lain, Ketua DPW PKS Sumbar Ulyadi menyampaikan pesan tentang integritas kader.

Dalam sambutannya, ia mengawali dengan ucapan selamat Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia.

Ia juga menyinggung fenomena korupsi dan gaya hidup mewah yang dipertontonkan sejumlah pejabat publik.

"Semoga kejadian ini tidak terulang kembali dan PKS selalu menjadi partai terdepan yang tegas menolak segala praktik yang mencederai, melukai, dan merugikan masyarakat," kata Ulyadi.

Ulyadi menegaskan kesederhanaan harus tetap melekat dalam diri kader PKS di semua tingkatan.

Ia juga mengingatkan akan komitmen solidaritas kepada Palestina.

"Mari kita dukung perjuangan bangsa Palestina, karena mereka adalah salah satu bangsa pertama yang mengakui kemerdekaan kita," ujarnya. (*)

Komentar