Kepala BNPB: Mitigasi Harus Berbasis Riset

Metro- 29-09-2025 21:48
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto sebagai keynote speaker Konferensi Internasional Penanggulangan dan Mitigasi Bencana ke-3 atau 3rd ICDMM di Padang, Senin (29/9/2025). IST
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto sebagai keynote speaker Konferensi Internasional Penanggulangan dan Mitigasi Bencana ke-3 atau 3rd ICDMM di Padang, Senin (29/9/2025). IST

.

"Mungkin yang perlu kita tingkatkan ke depan, di samping membangun rumah tahan gempa juga harus membuat rumah tahan tsunami," ujar Kepala BNPB.

Kedua adalah pendekatan struktural berbasis rekayasa. Pada mitigasi jangka panjang untuk gempa dan tsunami megathrust, tata ruang, penguatan bangunan tahan gempa dan penyesuaian bangunan untuk lebih adaptif terhadap tsunami diperlukan untuk meminimalkan dampak bencana.

Ketiga, pendekatan non-struktural berbasis masyarakat dan teknologi.

"Sekali lagi Saya ingin menekankan bahwa perubahan perilaku masyarakat bisa diakselerasi dengan teknologi termasuk pemanfaatan AI untuk simulasi bencana, evakuasi dan kedaruratan," tambahnya.

Selain itu, sambung dia, aspek kearifan lokal—seperti "Rumah Panggung" di Sumatera Barat—dikombinasikan dengan riset etnografi untuk adaptasi budaya yang relevan digunakan di era teknologi.

Di akhir sambutannya, Kepala BNPB Suharyanto mengatakan, bencana urusan bersama, untuk itu mari bekerja dalam ritme yang sama, tidak sendiri-sendiri, sehingga tujuan bersama kita menuju resiliensi berkelanjutan bisa diwujudkan.

Sementara itu, 3rd ICDMM ini terselenggara atas dukungan Pemerintah Australia melalui program SIAP SIAGA.

Duta Besar Australia, Roderick Brazier menyampaikan, pemerintahnya berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Indonesia dalam hal ketahanan bencana, pembangunan inklusif.

Serta pemberdayaan masyarakat melalui Program SIAP SIAGA, yang merupakan kemitraan Australia-Indonesia untuk pengurangan risiko bencana.

"Sumatera Barat berada di garda terdepan dalam manajemen risiko bencana, dan konferensi ini merupakan kesempatan yang tepat untuk berbagi pengetahuan tentang strategi pengurangan risiko bencana," ujar Roderick.

Ia menyampaikan, Australia bersama dengan BNPB terus untuk mendukung upaya Pemerintah Indonesia dalam hal ketahanan bencana, pembangunan inklusif, dan pemberdayaan masyarakat melalui kemitraan pengurangan risiko bencana Indonesia-Australia.

Konferensi internasional yang mengangkat tema 'Getting Ready for Megathrust' berlangsung selama dua hari, yaitu pada 29 -- 30 September 2025 di Universitas Andalas.

Hadir tamu undangan dan keynote speaker pada pembukaan 3rd ICDMM antara lain Wakil Gubernur Sumatera Barat, Sekretaris Utama BNPB, Rustian, Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU), Diana Kusumastuti.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Dikti Saintek), Prof Dr Fauzan serta sivitas akademika Universitas Andalas dan mahasiswa. (*/dpg)

Komentar