.
Selain itu, Rahmat juga menyoroti pentingnya pendidikan politik yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Menurutnya, literasi politik yang rendah masih menjadi hambatan besar dalam mewujudkan demokrasi yang substantif.
"Demokrasi tidak akan matang jika masyarakat tidak memahami arti dari partisipasi politik. Suara rakyat harus disertai kesadaran bahwa mereka ikut menentukan arah bangsa," katanya.
Ia menuturkan diskusi di BRIN merupakan bagian dari upaya PKS untuk mendorong lahirnya sistem demokrasi yang berkeadilan dan berintegritas.
Rahmat berharap hasil pembahasan tersebut bisa menjadi masukan konkret bagi DPR dan penyelenggara pemilu dalam menentukan arah kebijakan menuju 2029.
"Demokrasi yang berkualitas berawal dari desain yang cerdas dan berbasis riset. Kita ingin sistem politik yang melahirkan pemimpin terbaik," tutup Rahmat. (*)


Komentar