DKP Sumbar Tegaskan Pentingnya Kelestarian Sumber Daya Ikan untuk Ketahanan Pangan

Metro- 21-11-2025 08:01
Flyer ucapan Hari Peringatan Ikan Nasional. IST
Flyer ucapan Hari Peringatan Ikan Nasional. IST

Padang, Arunala.com---Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Dr. Ir. Reti Wafda, M.Tp, menegaskan peringatan Hari Ikan Nasional (Harkannas) yang jatuh setiap tanggal 21 November bukan sekadar seremonial. Lebih dari itu, Harkannas adalah momentum penting dan ajakan serius bagi seluruh masyarakat untuk memahami bahwa sumber daya ikan memiliki nilai strategis yang jauh melampaui kebutuhan pangan, menjadikannya aset vital ekonomi, budaya, dan identitas maritim bangsa yang wajib dilestarikan.

Penegasan ini disampaikan Reti Wafda di Padang, Jumat (21/11/2025), dalam rangka memperingati Harkannas. Menurutnya, Hari Ikan Nasional menjadi titik balik bagi DKP Sumatera Barat untuk kembali mengingatkan publik tentang besarnya potensi serta urgensi menjaga sektor kelautan dan perikanan.

"Potensi kelautan dan perikanan Sumatera Barat yang besar menjadi landasan penting bagi penguatan ketahanan pangan daerah. Dari wilayah pesisir yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia hingga sentra-sentra budidaya air tawar dan air payau di berbagai kabupaten/kota, sektor ini terus menunjukkan perkembangan signifikan," ungkap Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar ini.

Berdasar data Sistem Statistik Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan, produksi ikan nila Sumatera Barat pada tahun 2024 mencapai 236.044 ton. Angka ini menjadikan nila sebagai salah satu komoditas unggulan yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.

Kabupaten Agam menjadi salah satu sentra budidaya terbesar berkat keberadaan Danau Maninjau. Selama tahun 2024, produksi perikanan budidaya di kabupaten tersebut mencapai 33.409 ton, dengan nila sebagai penyumbang terbesar yakni sekitar 25.819 ton.

Selain budidaya, sektor perikanan tangkap juga menjadi tulang punggung perekonomian pesisir. Komoditas seperti tuna, cakalang, marlin, hingga lobster tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik tetapi juga menjadi bagian dari rantai ekspor.

Di sisi lain, Sumatera Barat juga terus mengembangkan potensi perairan umum seperti Danau Singkarak, Danau Maninjau, dan sejumlah aliran sungai besar. Pengelolaan berbasis kearifan lokal serta pendekatan keberlanjutan diterapkan untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus memastikan daya dukung perairan bagi aktivitas perikanan masyarakat tetap terjaganext

Komentar