Sekitar 1200 Ha Sawah di Beberapa Lokasi di Kota Pariaman Digenangi Banjir

Metro- 28-11-2025 13:49
Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi meninjau sawah masyarakat di kota itu yang terendam banjir, Jumat (28/11/2025). IST
Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi meninjau sawah masyarakat di kota itu yang terendam banjir, Jumat (28/11/2025). IST

Pariaman, Arunala.com - Bencana banjir yang terjadi di Sumbar juga melanda Kota Pariaman, sekitar 1200 Hektare (Ha) sawah di kota itu terendam.

Selain itu, kerusakan juga terjadi pada sejumlah jalan penyangga dan irigasi.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi pasca meninjau kerusakan lahan persawahan, Jumat (28/11/2025).

"Data awal berdasarkan kunjungan langsung ke lapangan tadi sekitar 1200 Ha sawah masyarakat terdampak," ujar Mulyadi.

Dia menyebut, sawah yang rusak terlihat di Desa Durian Gadang Tungka Selatan, Pakotan, Sikapak Barat, Sawah Ulu dan lainnya.

"Jumlah ini diperkirakan lebih banyak lagi dan kami masih melakukan pendataan," ujarnya lagi.

Mulyadi menambahkan, banjir juga mengakibatkan putusnya jalan penyangga di Kota Pariaman.

Diantaranya berada di Padusunan, Cubadak Aia, Nareh Hilia serta disejumlah titik lainnya.

Tidak hanya keruskan insfrastruktur, dirinya juga menerima laporan sebelumnya terkait warga yang terdampak banjir kurang lebih 1200 jiwa.

"Namun setelah kami cek ke lapangan ternyata jumlahnya jauh lebih banyak dan kemungkinan terus bertambah seiring berjalannya pendataan," urai Mulyadi.

Untuk data warga dan total kerugian warga, Mulyadi mengaku akan terus lakukan pemutahiran sesuai laporan yang masuk.

Ia melanjutkan, selain pendataan, Pemko Pariaman juga terus memastikan warga yang terdampak mendapat pasokan makanan 3 kali sehari.

Kebutuhan ini dipenuhi lewat dapur umum dengan kapasitas masak mencapai 3000 bungkus perharinya. Makanan ini didistribusikan langsung ke warga yang terdampak banjir.

Untuk saat ini di beberapa masjid memang masih ada yang mengungsi, karna kondisi rumah mereka masih tergenang air.

Ia juga melakukan pemeriksaan kesehatan bagi pengungsi.

"Saat ini memang sejumlah pengungsi sedang mengalami demam terutama anak-anak dan lansia, namun sudah ditangani tim medis," ungkapnya. (cpt)

Komentar