.
"Bantuan ini segera kami koordinasikan untuk didistribusikan. Fokus kami adalah memastikan bantuan ini sampai ke tangan mereka yang paling membutuhkan secara cepat dan tepat sasaran," tambahnya.
Keaktifan DKP Sumbar dalam mengawal bantuan ini menunjukkan komitmen instansi tersebut untuk selalu hadir di tengah masyarakat. "Tidak hanya dalam urusan pemberdayaan nelayan, tetapi juga dalam aksi tanggap darurat bencana," tegasnya.
Reti Wafda menjelaskan bantuan ini merupakan hasil sinergi yang kuat antara DKP Sumbar dengan KKP RI. "Bantuan ini mencakup kebutuhan mendasar yang sangat mendesak. DKP Sumbar terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan pemulihan sektor kelautan dan perikanan, serta perlindungan bagi nelayan dan masyarakat pesisir yang juga terdampak banjir ini," tambahnya.
Aksi cepat DKP Sumbar ini menunjukkan komitmen instansi dalam merespons krisis secara taktis. Setelah proses bongkar muat di Teluk Bayur selesai, seluruh bantuan akan dikelola dan disalurkan melalui koordinasi ketat di bawah kendali DKP Sumbar bekerja sama dengan BPBD setempat. "Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi dan sosial di Sumatera Barat, sekaligus mempererat hubungan antara pemangku kebijakan di bidang kelautan pusat dan daerah demi kesejahteraan masyarakat," tukasnya. (*)


Komentar