Padang, Arunala.com--Pesisir Pantai Pasir Jambak di Kelurahan Pasir Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, mendadak riuh oleh semangat kebersamaan pada Senin (22/12/2025). Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sumatera Barat menginisiasi aksi gotong royong untuk membersihkan kawasan pantai akibat material sampah yang terbawa arus pascabencana banjir bandang. Langkah ini diambil bukan sekadar sebagai aksi lingkungan rutin, melainkan upaya krusial dalam memulihkan urat nadi perekonomian masyarakat nelayan yang sempat lumpuh.
Kondisi pesisir sebelumnya sangat memprihatinkan, dengan puing-puing kayu besar dan material padat lainnya berserakan di sepanjang garis pantai akibat terbawa ombak pascabanjir. Keberadaan material ini tidak hanya merusak estetika pantai, tetapi menjadi kendala utama bagi para nelayan untuk menyandarkan atau mendorong perahu mereka ke laut.
Risiko kerusakan pada badan kapal serta ancaman keselamatan bagi para nelayan saat hendak melaut membuat aktivitas penangkapan ikan sempat terhenti total. Melalui pembersihan ini, pemerintah berupaya memastikan akses jalur melaut kembali aman dan normal agar nelayan bisa kembali bekerja tanpa rasa cemas.
Aksi nyata di lapangan ini menunjukkan kuatnya kolaborasi antar-instansi. Pegawai DKP Provinsi Sumatera Barat tidak bekerja sendirian; mereka bersinergi bahu-membahu dengan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, serta melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat nelayan setempat. Kolaborasi lintas perangkat daerah ini menjadi potret nyata kehadiran negara di tengah kesulitan masyarakat, membuktikan bahwa penanganan dampak bencana di sektor kelautan memerlukan keterlibatan banyak pihak agar pemulihan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Kepedulian Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tidak berhenti pada pembersihan fisik semata. Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap aspek ekonomi, DKP Sumbar juga menyalurkan bantuan kepada 80 orang nelayan yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB). Para penerima bantuan ini merupakan mereka yang paling terdampak oleh bencana banjir, di mana mobilitas dan pendapatan mereka merosot tajam selama beberapa waktu terakhir. Bantuan ini diproyeksikan menjadi stimulus bagi keberlangsungan usaha perikanan mereka, sekaligus meringankan beban hidup keluarga nelayan di masa transisi pascabencana yang sulit ininext


Komentar