BNNP Sumbar Sebut Sumbar Sudah Masuk Jalur Pemasok

Metro- 23-12-2025 14:49
Barang bukti narkotika yang berhasil disita BNNP Sumbar saat konpres Selasa (23/12/2025). (dok : arunala.com)
Barang bukti narkotika yang berhasil disita BNNP Sumbar saat konpres Selasa (23/12/2025). (dok : arunala.com)

Padang, Arunala.com - Dalam catatan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumbar, ada peningkatan signifikan pengungkapan kasus narkotika di Sumbar sepanjang tahun 2025.

Kepala BNNP Sumbar, Brigjen Pol Ricky Yanuarfi, menyebut, pihaknya telah mengungkap 14 Laporan Kasus Narkotika (LKN) dengan total 37 tersangka yang seluruhnya merupakan, kurir, bandar dan pengedar.

"Sepanjang tahun 2025, BNNP Sumbar menangkap 37 tersangka dari 14 LKN. Semua tersangka yang kami tangkap merupakan bandar dan pengedar, tidak ada pengguna," tegas Brigjen Pol Ricky.

Ia mengungkapkan, Sumatera Barat kini tidak lagi sekadar menjadi daerah tujuan peredaran narkotika, namun sudah mulai berperan sebagai daerah pemasok. Hal ini terlihat dari pola peredaran terbaru yang dinilai semakin rapi dan terorganisir.

"Biasanya Sumbar itu menerima kiriman sabu, tapi pada kasus terakhir justru sebaliknya. Sumbar mengirim narkotika ke wilayah Sumatera Selatan," jelasnya.

Saat dilakukan pengungkapan di lokasi kejadian, petugas awalnya hanya menemukan bekas pemakaian narkotika.

Namun setelah dilakukan pengembangan, ditemukan tempat penyimpanan lain berupa rumah singgah yang digunakan untuk menyimpan narkotika sebelum didistribusikan.

Menurutnya, peningkatan kualitas tersangka sejalan dengan meningkatnya jumlah barang bukti yang berhasil diamankan.

Tidak hanya oleh BNNP Sumbar, namun juga oleh Polda Sumbar. Berdasarkan pola jaringan yang terungkap, BNNP Sumbar memperkirakan peredaran narkotika jenis sabu dan metamfetamin yang masuk ke Sumbar mencapai hampir 20 kilogram per bulan.

"Ini angka yang sangat besar dan harus kita cegah bersama. Tidak bisa BNN bekerja sendiri, perlu kolaborasi dengan Bea Cukai, Polri, dan instansi terkait lainnya untuk menutup pintu-pintu masuk narkotika ke Sumbar," ujarnya.

Brigjen Pol Ricky juga menyebut, jalur utama masuknya narkotika ke Sumbar masih didominasi dari wilayah Pasaman, yang hingga kini menjadi salah satu jalur rawan penyelundupan narkotikanext

Komentar