Antisipasi Dampak Bencana, Pemko Pariaman Latih 45 Perangkat Desa dan KSB

Metro- 03-12-2025 12:47
Wali Kota Pariaman, Yota Balad pasangkan topi pada salah seorang peserta  pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana di kota itu, Rabu (3/12/2025). IST
Wali Kota Pariaman, Yota Balad pasangkan topi pada salah seorang peserta pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana di kota itu, Rabu (3/12/2025). IST

Pariaman, Arunala.com - Sebanyak 45 orang perwakilan perangkat pesa dan Kelompok Siaga Bencana (KSB) yang berada sepanjang pinggir pantai se Kota Pariaman mengikuti pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana.

Pelatihan ini diadakan di Aula Kantor BPBD Desa Santok, Kecamatan Pariaman Timur Kota Pariaman, Rabu (3/12/2025).

Dalam sambutannya, Wali Kota Pariaman Yota Balad mengatakan kondisi Kota Pariaman termasuk daerah yang memiliki potensi besar ancaman resiko bencana.

"Pada Kamis (27/11/2025) lalu, kota ini mengalami bencana banjir disertai lumpur. Bencana ini lumayan besar, Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa, walaupun ada longsor dan rumah yang terkena dampak dari bencana ini," ujarnya.

Yota Balad menjelaskan, upaya penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, akan tetapi juga membutuhkan partisipasi dari masyarakat salah satunya dibentuklah KSB ini.

"Saya minta kepada KSB menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menyampaikan informasi terhadap kondisi dan situasi bencana yang kita hadapi dalam menghindari potensi bencana,"terangnya.

Ia juga menyampaikan, berdasarkan informasi BMKG, bahwa wilayah pesisir barat Sumatera, termasuk Kota Pariaman berada di zona rawan bencana gempa bumi dan tsunami karena adanya zona subduksi atau megathrust Mentawai.

Ia melanjutkan, menghindari dampak yang parah dari ancaman bencana tadi, Kota Pariaman kemudian mendapat bantuan alat deteksi tsunami High-Frequency (HF) Radar dari pemerintah Jerman pada 2026 nanti.

"Insya Alah, alat ini akan dipemasang di Pantai Taman Anas Malik, Kelurahan Lohong, Pariaman Tengah. Kegunaaan alat ini untuk mendeteksi gempa dan potensi tsunami, yang akan disampaikan melalui android serta membantu nelayan menangkap ikan," kata Yota Balad. (cpt)

Komentar