.
Terkait dinamika ketersediaan kuota, M. Rifki memaparkan adanya peluang besar dari sektor jemaah cadangan. Meskipun terdapat 275 jemaah yang memutuskan untuk mengundurkan diri atau menunda keberangkatan ke tahun 2027 dari total kuota cadangan 40 persen, kondisi ini justru membuka ruang bagi Sumatera Barat untuk mengoptimalkan pengisian kuota hingga 949 jemaah. "Sinergi antara Kementerian Agama dan perbankan diharapkan dapat mendorong jemaah yang berada di daftar cadangan untuk segera mempersiapkan diri," ungkap Rifki.
Ia menegaskan Kanwil Kementerian Haji Sumbar akan terus memperkuat koordinasi dengan BPS-Bipih untuk mengawal proses sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. "Kami optimistis bahwa dengan kerja keras semua lini, kuota haji Sumatera Barat tahun 2026 dapat terpenuhi secara maksimal. Bahkan, Sumatera Barat menyatakan kesiapannya untuk mengajukan tambahan kuota ke tingkat pusat apabila terdapat sisa kuota dari provinsi lain yang tidak terserap, demi memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat Minang yang ingin beribadah ke tanah suci," tukasnya.(*)


Komentar