Pusat Bangun 300 Ribu Jembatan Gantung, Tita Dorong Daerah Manfaatkan Program Ini

Metro- 13-01-2026 17:32
Mendagri Tito Karnavian saat pimpin rakor Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Sumbar, yang digelar di Auditorium Gubernuran, Selasa (13/1/2026). IST
Mendagri Tito Karnavian saat pimpin rakor Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Sumbar, yang digelar di Auditorium Gubernuran, Selasa (13/1/2026). IST

Padang, Arunala.com - Banyaknya jembatan gantung yang putus dan rusak akibat bencana banjir melanda Sumbar beberapa waktu lalu dapat perhatian penuh dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian.

Ia bahkan meminta seluruh kepala daerah di Sumbar untuk segera mendata kebutuhan jembatan gantung di wilayah masing-masing.

Ini diungkapkan Tito Karnavian saat memimpin rapat koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Sumbar, yang digelar di Auditorium Gubernuran, Selasa (13/1/2026).

"Kenapa saya butuh cepat datanya, karena saat ini ada program nasional untuk pembangunan 300.000 jembatan gantung di seluruh Indonesia," kata Tito.

Program ini, jelasnya, untuk memperkuat konektivitas antarwilayah pedesaan sekaligus mendorong peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.

Ia juga menegaskan, usulan pembangunan jembatan gantung tidak hanya diperuntukkan bagi jembatan yang rusak akibat bencana, tetapi juga untuk wilayah pedesaan yang selama ini belum memiliki akses penyeberangan yang layak dan aman

Makanya dirinya minta pada kepala daerah segera menyusun usulan berbasis data lapangan yang akurat dan menyampaikannya melalui gubernur untuk kemudian diteruskan ke pemerintah pusat melalui Kemendagri.

"Program ini bisa dimanfaatkan untuk daerah yang masyarakatnya masih harus menyeberangi sungai tanpa jembatan. Manfaatnya besar, baik untuk keselamatan, akses pendidikan, maupun aktivitas ekonomi," ujar Tito.

Penjelasan Mendagri ini langsung ditangkap Gubernur Sumbar Mahyeldi yang menyebut ini peluang bagi Sumbar.

Pasalnya, masih banyak nagari-nagari di Sumbar ini yang masih memiliki keterbatasan akses, sehingga pembangunan jembatan gantung jadi solusi yang tepat.

"Kami di Pemprov Sumbar akan segera melakukan pendataan dengan bupati wali kota agar usulannya juga bisa segera disampaikan ke Mendagri," ujar Mahyeldi. (dpg)

Komentar