Padang, Arunala.com--RSUP Dr. M. Djamil saat ini tengah memberikan perhatian intensif terhadap Klaudia Despita (19), remaja putri asal Pesisir Selatan. Hingga hari Jumat (16/1/2025), pasien telah memasuki hari ke-20 masa perawatan sejak pertama kali dirujuk pada 29 Desember lalu di HCU Penyakit Dalam. Kondisi Klaudia menjadi perhatian serius karena komplikasi kompleks yang bermula dari penyakit tumor ganas yang menyerang tulang belakangnya.
"Saat pertama kali tiba di rumah sakit, kondisi pasien cukup memprihatinkan dengan luka terbuka di area bokong kiri dan kanan yang sudah dialami selama satu bulan. Luka tersebut muncul akibat kondisi tirah baring atau berbaring berkepanjangan selama kurang lebih tiga bulan. Ketidakmampuan pasien untuk bergerak ini dipicu oleh keberadaan tumor pada punggung yang mengakibatkan kedua tungkai bawah mengalami kelumpuhan atau tidak dapat digerakkan sama sekali," kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.
Menyikapi kondisi tersebut, sebutnya, manajemen rumah sakit segera membentuk tim multidisiplin yang terdiri dari berbagai pakar subspesialis. Penanganan Klaudia melibatkan kolaborasi ahli onkologi, ortopedi, bedah plastik, rehabilitasi medik, gizi klinik, radio-onkologi, anestesi, hingga spesialis yang memiliki kompetensi di bidang perawatan paliatif. "Langkah ini diambil untuk memastikan setiap aspek kesehatan pasien, baik secara fisik maupun psikologis, tertangani secara optimal sesuai standar keselamatan pasien," tuturnya.
Ia mengungkapkan berdasar hasil pemeriksaan menyeluruh, tim medis mendiagnosis pasien mengalamimultiple ulkus dekubitusatau luka tekan yang sangat dalam hingga membentuk lubang di area tulang duduk (sakrum), paha kiri dan kanan, serta tumit kiri. Kondisi luka yang parah ini merupakan dampak langsung dari penyakit dasar pasien, yaitu epithelioid angiosarkoma.
"Penyakit ini merupakan tumor ganas pembuluh darah yang menyerang medula spinalis atau sumsum tulang belakang dengan prognosis yang dinilai kurang baik. Akibat serangan tumor ini, terjadi defisit neurologis berat yang menyebabkan mobilisasi pasien tidak dapat dilakukan secara adekuat, sehingga risiko kemunculan luka baru tetap tinggi meskipun perawatan dilakukan secara maksimalnext


Komentar