.
Selama hampir tiga minggu perawatan, tim medis telah melakukan serangkaian tindakan operatif dan non-operatif. Dokter subspesialis bedah plastik, dr. Fory Fortuna, Sp.BP-RE, telah memimpin tiga kali tindakan operasi. "Dan operasi ketiga pada 14 Januari berupa debridement ekstensif pada kedua paha yang dilakukan berkolaborasi dengan Dr. dr. Roni Eka Sahputra, Sp.OT (K) Spine dari tim bedah ortopedi," ungkap Dirut.
Paralel dengan penanganan luka, sebutnya, fokus utama juga diarahkan pada penanganan tumor tulang belakang melalui prosedur radioterapi yang dipimpin oleh dr. Rika Ruhama, Sp.Onk.Rad. Terapi penyinaran ini bertujuan untuk menghambat pertumbuhan sekaligus mengecilkan massa tumor.
"Hingga saat ini, Klaudia telah menyelesaikan sesi penyinaran ke-8 dari total 18 kali yang direncanakan. Jika massa tumor berhasil mengecil sesuai target, tim medis akan melakukan evaluasi lanjutan untuk mempertimbangkan tindakan pengangkatan tumor di area medula spinalis," papar Dovy.
Selain aspek bedah dan radioterapi, aspek pemulihan fungsi dan nutrisi menjadi pilar penting dalam perawatan ini. "Di bawah bimbingan dr. Rini Agustin, Sp.KFR NM (K) dari bidang rehabilitasi medik, pasien terus didampingi untuk meningkatkan kemampuan fungsionalnya meski saat ini masih terkendala oleh nyeri tulang yang membatasi pergerakan," ucapnya.
Kebutuhan gizi pasien, sebut Dirut, juga dipantau secara ketat oleh dr. Dewi Susanti Febri, M.Biomed, Sp.GK (K), guna mengatasi kondisi anemia, hipoalbuminemia, dan malnutrisi yang diderita pasien. "Tak kalah penting, dukungan psikologis dan pendampingan paliatif diberikan oleh Dr. dr. Arina Widya Murni, Sp.PD-K.Psi, M.Kes, FINASIM untuk membantu menjaga kualitas hidup serta mental pasien di tengah perjuangannya melawan penyakit berat," ucap Dovy.
Dovy Djanas menekankan seluruh tim telah bekerja sesuai dengan indikasi klinis dan standar pelayanan medis tertinggi. Mengingat jenis penyakit keganasan dan kondisi imobilisasi berat yang dialami Klaudia, proses penyembuhan luka memiliki keterbatasan alami. Hasil akhirnya bergantung pada respons jaringan tubuh pasien dan perjalanan penyakit dasarnya. "Tim medis memprediksi bahwa kondisi luka kemungkinan besar masih akan memerlukan perawatan harian yang berkelanjutan, dan secara medis dinilai sangat kecil kemungkinan bagi pasien untuk dapat berjalan kembali seperti sedia kala," sebutnyanext


Komentar