Upaya Antisipasi Kecelakaan, Dony Oskaria Tegaskan Pemeriksaan Rem Diperketat

Metro- 19-02-2026 16:15
COO Danantara Dony Oskaria didampingi Gubernur Sumbar Mahyeldi dan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, dan Dirut PT KAI Bobby Rasyidin sidak rel kereta api di Koto Baru, Tanahdatar, Kamis (19/2/2026). IST
COO Danantara Dony Oskaria didampingi Gubernur Sumbar Mahyeldi dan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, dan Dirut PT KAI Bobby Rasyidin sidak rel kereta api di Koto Baru, Tanahdatar, Kamis (19/2/2026). IST

Tanahdatar, Arunala.com - Kondisi rel kereta api dan ruas jalan di kawasan Koto Baru, Kecamatan Panyalaian, Kabupaten Tanahdatar jadi fokus kunjungan Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, Kamis (19/2/2026).

Kunjungan tersebut untuk memastikan langkah antisipasi keselamatan transportasi, khususnya dalam menekan angka kecelakaan di jalur tersebut.

Peninjauan COO Danantara didampingi Gubernur Sumbar Mahyeldi, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, dan Dirut PT KAI Bobby Rasyidin.

Dalam peninjauan itu, Dony menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, operator transportasi, serta para pengemudi kendaraan berat agar keselamatan pengguna jalan dapat ditingkatkan.

"Kita ingin ke depan, kecelakaan di ruas jalan Koto Baru ini bisa kita minimalisasi," ujar Dony Oskaria saat meninjau lokasi.

Ia menjelaskan, salah satu fokus utama adalah memastikan kendaraan, terutama truk angkutan, memenuhi standar kelayakan operasional.

Pemerintah daerah, menurutnya, telah diminta untuk memperketat pengawasan terhadap kelengkapan kendaraan yang melintas di kawasan tersebut.

"Tentu juga pemerintah daerah sudah mengimbau kepada semua truk untuk memperhatikan cara-cara daripada kelengkapan kendaraan yang nomor satu," katanya.

Selain itu, pemeriksaan sistem pengereman kendaraan menjadi perhatian serius.

Dony menegaskan, pemerintah akan mendorong kebijakan wajib pemeriksaan rem secara berkala guna mencegah kecelakaan fatal akibat kegagalan fungsi kendaraan.

Ia juga menyebutkan bahwa langkah antisipatif lain akan dilakukan dengan menyiapkan sistem penyelamatan dan pengamanan tambahan di titik-titik rawan kecelakaan.

Upaya tersebut diharapkan mampu mengurangi risiko kecelakaan sekaligus meningkatkan respons cepat saat kondisi darurat terjadi.

Menurutnya, pemerintah daerah memiliki peran penting dalam menjalankan kebijakan tersebut, termasuk memastikan seluruh pihak mematuhi aturan keselamatan yang telah ditetapkan.

Dengan sinergi lintas sektor, ia optimistis risiko kecelakaan di jalur rel dan jalan kawasan Koto Baru dapat ditekan secara signifikan.

Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya evaluasi lapangan guna memperkuat sistem keselamatan transportasi di Sumbar, terutama pada jalur yang memiliki intensitas kendaraan berat cukup tinggi. (*/cpt)

Komentar