Di layar ponsel yang tak pernah benar-benar padam, kepercayaan kini menemukan bentuk barunya. Ia hadir dalam satu sentuhan. Cepat, praktis, dan nyaris tanpa jeda. Dari transfer dana hingga pembayaran kebutuhan harian, semua berlangsung dalam hitungan detik. Namun di balik kemudahan itu, ada satu hal yang tak terlihat tetapi paling menentukan, rasa aman. Rasa aman itu tidak datang begitu saja. Ia dijaga.
FAJRIL—PADANG
DI BALIK layar, ada sistem yang bekerja tanpa henti, dan ada orang-orang yang memastikan setiap celah tetap tertutup. Salah satu di antaranya adalah Radytia Rifandi, sosok muda yang kini mengemban peran strategis di Unit Kerja Ketahanan dan Keamanan Siber Divisi Teknologi Digitalisasi Bank Nagari. Namun di balik kemudahan itu, di balik detik-detik sunyi yang tidak pernah diperhatikan, ada mesin besar yang bekerja. Mesin yang terdiri dari teknologi dan manusia.
Nama Radytia mungkin tidak pernah muncul di layar aplikasi. Tidak ada foto dirinya di banner promosi. Tidak ada ucapan terima kasih langsung dari nasabah yang merasa terbantu. Namun setiap kali transaksi berhasil dilakukan tanpa hambatan, setiap kali data tetap aman, di situlah perannya bekerja.
Radytia merupakan bagian dari tim ketahanan dan keamanan siber Bank Nagari. Sebuah unit yang tak banyak dikenal publik, tetapi memegang peran sentral dalam menjaga ekosistem transaksi tetap aman. "Kalau bicara keamanan siber, tidak ada istilah selesai. Sistem itu harus terus dijaga. Ancaman juga terus berkembang," kata Radytia kepada Arunala.com, Rabu (8/4/2026).
Perubahan cara masyarakat berinteraksi dengan layanan perbankan dalam satu dekade terakhir memang tidak bisa diabaikan. Dulu, orang datang ke bank dengan membawa buku tabungan. Mereka mengisi formulir, menunggu giliran, dan berbicara langsung dengan petugas. Kini, semua itu menyusut menjadi satu perangkat di genggaman tangan. Ponsel telah menjadi kantor cabang yang paling aktif.next


Komentar