.
Dari dapur kecil di rumah mertua di kawasan Lapai, Magenta Coklat mulai tumbuh. Dari ruang sempit sebesar kamar, menjadi usaha yang dikenal. Keputusan besar pun diambil dengan membuka toko sendiri di Jalan Kelapa Gading I No 10 Lolong Belanti, Kelurahan Ulakkarang Selatan, Kota Padang.
Ketika Ketahanan Diuji Dua Kali
Seiring waktu, usaha itu berkembang. Kini, Magenta Coklat mampu memproduksi rata-rata80 hingga 120 kotak kue per hari, terutama pada akhir pekan dan musim perayaan. Usaha ini juga telah menyerap sekitar20 tenaga kerja lokal. Di titik ini, Pipih tidak lagi sekadar membuat kue. Ia membangun pengalaman.
Ia memahami dalam bisnis kuliner, rasa saja tidak cukup. Tampilan, kemasan, hingga pelayanan menjadi bagian dari cerita. Ia bahkan rela berburu bahan kemasan hingga ke luar kota demi menjaga kualitas visual produknya.
Varian produknya pun berkembang. Brownies, cake ulang tahun, puding, hingga kue custom.
Namun, lagi-lagi, ujian datang. Pandemi Covid-19 membuat penjualan turun drastis. Dalam beberapa bulan pertama, omzetnya bahkan sempat turun hinggalebih dari 50 persen. Setengah karyawan terpaksa dirumahkan. Situasi yang bagi banyak usaha berarti akhir.
Namun bagi Pipih, ini adalah titik adaptasi. Ia mengubah strategi. Menjadi fleksibel. Apa pun yang diminta pelanggan, ia usahakan ada. Dari kue hingga nasi kotak.
"Palugada. Apa lu mau, gua ada." Sederhana, tapi menyelamatkan. Perlahan, usaha kembali bergerak. Bahkan bertahan saat banyak yang tumbang.
Bertahan, Berubah, dan Bertumbuh Bersama Bank Nagari
Dalam perjalanan panjang itu, Pipih tidak berjalan sendiri. Selama lebih dari satu dekade, ia menjadi mitra Bank Nagari. Dukungan yang ia rasakan bukan hanya soal akses keuangan, tetapi kemudahan dalam menjalankan usaha sehari-hari.
Di atas meja kasir, mesin EDC dan QR Code Bank Nagari menjadi saksi perubahan kecil yang berdampak besar. Dari yang sebelumnya serba tunai, kini lebih dari60 persen transaksi dilakukan secara non-tunai. Tanpa repot menghitung uang kembalian, tanpa khawatir uang palsu, proses pembayaran berlangsung lebih cepat dan rapi.
Bagi Pipih, ini bukan sekadar alat bantu. Sistem transaksi yang lebih tertata membuat usahanya terasa naik kelas. Lebih modern, lebih efisien, dan lebih siap berkembang. "Sekarang transaksi lebih rapi, tidak ribet, dan pelanggan juga lebih nyaman," ujarnyanext


Komentar