.
Pengalaman perempuan berusia 42 tahun ini adalah potret perubahan lanskap perbankan di Sumatera Barat. Bank Nagari kini tidak lagi sekadar gedung megah, melainkan entitas digital yang hidup di dalam saku nasabahnya.
Melalui Viollina (Virtual Assistant Bank Nagari), bank ini bertransformasi menjadi layanan yang tersedia 24 jam penuh. Viollina bukan sekadar bot biasa; ia adalah manifestasi Artificial Intelligence (AI) yang dirancang untuk memahami denyut kebutuhan masyarakat modern yang menuntut kecepatan.
Perjumpaan Tita dengan asisten virtual ini sebenarnya bermula pada akhir Maret lalu. Saat sedang berselancar di media sosial, sebuah unggahan di akun Instagram resmi Bank Nagari memperkenalkannya pada sosok digital tersebut. Sejak saat itu, Viollina menjadi andalannya.
Teknologi ini telah memberikan kemewahan waktu bagi ASN Pemerintah Provinsi Sumbar ini, memungkinkannya menyelesaikan urusan perbankan tanpa harus mengorbankan waktu istirahat yang sangat berharga setelah bekerja. Transformasi digital ini, menurut Tita, adalah langkah berani Bank Nagari untuk tetap relevan.
Kemudahan akses melalui website resmi www.banknagari.co.id yang juga menyediakan ikon WhatsApp di pojok kanan bawah semakin mempertegas komitmen inklusi digital tersebut. "Sebagai nasabah lama, saya merasa Bank Nagari benar-benar 'naik kelas'. Kita tidak lagi dipandang sebagai nasabah daerah yang gaptek, karena fasilitasnya sudah sangat futuristik namun tetap mudah dioperasikan," tutur Tita sembari meletakkan ponselnya dengan perasaan lega seiring berkumandangnya azan dari masjid terdekat rumahnya di kawasan Sungai Bangek Balaigadang ini.
Solusi Cepat di Tengah Mobilitas Tinggi
Kisah serupa dialami oleh Sophia Nabila, seorang staf Hubungan Masyarakat (Humas) di RSUP Dr. M. Djamil. Di rumah sakit tersibuk di Sumatera Barat itu, waktu adalah komoditas yang sangat mahal bagi Sophia. Sebagai garda depan informasi rumah sakit, ia sering kali harus mendampingi agenda pimpinan, mengelola krisis informasi, hingga berkoordinasi dengan media tanpa mengenal waktu.
"Bekerja di bagian Humas rumah sakit itu sangat dinamis. Kadang saya baru bisa memegang ponsel untuk urusan pribadi saat larut malam setelah semua rilis berita atau koordinasi lapangan selesai. Dulu, mencari informasi perbankan di jam seperti itu adalah kemustahilan," ujar Sophianext


Komentar