.
Rektor menyampaikan apresiasi atas semangat dan perjuangan Rafael hingga berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi di Universitas Andalas. Keberhasilan tersebut menjadi simbol bahwa akses pendidikan harus terbuka luas bagi seluruh anak bangsa tanpa terkecuali. "Kehadiran Rafael menjadi bukti bahwa kesempatan akademik harus terbuka bagi seluruh anak bangsa," ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Rektor juga memberikan pesan kepada para wisudawan agar menjadi generasi yang adaptif, terus belajar, dan menjunjung tinggi integritas di tengah perubahan zaman yang semakin dinamis. "Kita hidup di era yang berubah sangat cepat. Menjadi future ready bukan berarti harus tahu semua jawaban, tetapi memiliki keberanian menghadapi pertanyaan-pertanyaan baru dan terus belajar sepanjang hayat," ujarnya.
Ia juga mengingatkan para lulusan agar tidak hanya mengandalkan kemampuan akademik, tetapi turut menjaga nilai moral dan integritas dalam kehidupan bermasyarakat maupun dunia kerja. "Ilmu tanpa adab adalah bahaya. Kemampuan tanpa integritas adalah bencana," tegasnya.
Wisuda II Tahun 2026 ini sekaligus menjadi bagian penting menuju perayaan Dies Natalis ke-70 Universitas Andalas dengan mengusung tema "Tumbuh Berakar, Menjulang Berdampak." Menurut Rektor, para wisudawan merupakan generasi penerus yang akan melanjutkan jejak panjang alumni Unand di berbagai bidang pengabdian.
Ia pun mengajak seluruh lulusan untuk terus membawa manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara. "Pergilah dengan ilmu di kepala, iman di dada, dan cinta pada negeri ini di hati. Kembalilah sebagai manusia yang bermanfaat," tukasnya. (*)


Komentar