.
Ia mengakui banyak lulusan baru akan merasa kecil dan tidak tahu apa-apa ketika memasuki lingkungan kerja. Namun, kondisi itu disebutnya sebagai hal yang wajar dan justru harus dijadikan bahan bakar untuk terus belajar. "Gunakan rasa tidak tahu itu sebagai bahan bakar untuk bertanya dan belajar. Jadilah orang yang paling ingin tahu di ruangan itu," ucapnya.
Efa Yonnedi menjelaskan reputasi tidak dibangun dari satu pencapaian besar semata, melainkan dari konsistensi dalam menjalankan hal-hal kecil sehari-hari. Ketepatan waktu, tanggung jawab terhadap tugas, serta sikap menghormati orang lain disebutnya sebagai fondasi utama dalam membangun kepercayaan.
Selain itu, ia juga mengingatkan para lulusan agar tidak menjual diri terlalu murah, namun di saat yang sama tidak menuntut penghargaan sebelum memberikan kontribusi nyata. Sebagai lulusan universitas dengan akreditasi unggul dan reputasi internasional, menurutnya para wisudawan memiliki nilai yang besar, tetapi nilai tersebut harus dibuktikan melalui karya dan dedikasi. "Penghargaan datang kepada lulusan yang lebih dulu memberi, bukan yang lebih dulu menuntut," katanya.
Dalam kesempatan itu, ia turut menyoroti pentingnya menjaga silaturahmi dan membangun jaringan sejak di bangku kuliah. Banyak peluang dalam kehidupan datang bukan semata melalui lamaran pekerjaan, tetapi melalui rekomendasi dan hubungan baik yang terjalin dengan tulus.
"Rawatlah hubungan baik dengan dosen, teman kuliah, senior di kampus. Jadilah orang yang hadir, yang peduli, yang memberi bahkan sebelum ada yang diminta. Ssuatu hari nanti, seseorang yang pernah ditolong dengan tulus bisa saja menjadi pihak yang membuka jalan bagi masa depan seseorang," tegas Rektor.
Efa Yonnedi mengingatkan para lulusan bahwa hidup bukan hanya tentang mencari nafkah atau mengejar jabatan. Lebih dari itu, setiap orang sedang membangun warisan berupa dampak dan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
"Jabatan akan berakhir. Gaji akan habis. Tapi dampak akan bertahan. Maka di manapun kalian bekerja nanti, tanyakan selalu satu pertanyaan ini kepada diri sendiri. Apakah tempat ini lebih baik karena saya ada di sini? Jika jawabannya ya, kalian sedang berjalan di jalur yang benar," tukasnya.(*)


Komentar