Padang, Arunala.com - Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol (TIB) bergerak cepat menyikapi insiden yang menyebabkan dua korban yakni satu mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) dan orang umum terluka akibat dugaan peluru nyasar pada Selasa sore (2/6/2026) kemarin.
Selain menanggung seluruh biaya pengobatan korban, Kodam juga resmi menutup sementara lokasi latihan tembak dan membentuk tim investigasi gabungan untuk mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XX/TIB, Kolonel Kav Taufiq, dalam konferensi pers yang digelar di Padang, Rabu (3/6/2026).
"Kami atas nama keluarga besar Kodam XX/TIB menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas kejadian yang menimpa saudara-saudara kita. Keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama dan peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi kami," ujar Taufiq.
Operasi Pengangkatan Proyektil Berjalan Lancar
Sejak menerima laporan kejadian, fokus utama Kodam XX/TIB adalah memastikan kondisi kedua korban mendapatkan penanganan medis terbaik.
Tim dokter berhasil melakukan operasi pengangkatan proyektil yang bersarang di paha kiri salah satu korban pada Selasa malam sekitar pukul 22.30 WIB.
Menurut Kapendam, proses operasi berlangsung sukses dan kondisi kedua korban saat ini terus menunjukkan perkembangan positif.
"Alhamdulillah operasi berjalan lancar. Saat ini kedua korban dalam kondisi stabil, sudah bisa berkomunikasi dengan baik, dan sedang menjalani masa pemulihan dengan pendampingan keluarga," jelasnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab, seluruh biaya pengobatan dan perawatan korban akan ditanggung hingga korban dinyatakan pulih sepenuhnya.
Koordinasi juga telah dilakukan dengan pihak keluarga serta pimpinan Universitas Negeri Padang.
Uji Balistik Jadi Kunci Pengungkapan Kasus
Meski satu proyektil telah berhasil diamankan sebagai barang bukti, pihak Kodam belum dapat menyimpulkan sumber peluru tersebut. Saat ini proyektil tengah menjadi objek pemeriksaan mendalam melalui uji balistiknext


Komentar