BREAKING NEWS: Gempa M 7,7 Guncang Laut Sulawesi, Lima Wilayah Pesisir Siaga dan Waspada Tsunami!

Metro- 08-06-2026 08:16
Lokasi gempa bumi yang Sulawesi pada Senin (8/6/2026) pagi. (Dok : bmkg)
Lokasi gempa bumi yang Sulawesi pada Senin (8/6/2026) pagi. (Dok : bmkg)

.

Sementara itu, lanjutnya, bagi pemerintah daerah dan masyarakat yang berada di wilayah dengan status "Waspada".

BNPB meminta agar kesiapsiagaan tetap dijaga dengan segera mengarahkan warga untuk menjauhi kawasan pantai maupun tepian sungai, serta menghentikan sementara segala aktivitas di perairan.

Wilayah yang masuk dalam kategori Waspada ini meliputi Kepulauan Talaud dengan estimasi waktu tiba gelombang pukul 06:58 WIB, Kota Bitung pukul 07:19 WIB.

Halmahera di Maluku Utara pukul 07:29 WIB, Donggala Bagian Utara di Sulawesi Tengah pukul 07:42 WIB, serta Minahasa Selatan Bagian Selatan pukul 07:42 WIB.

Kewaspadaan serupa juga berlaku untuk Kota Ternate pada pukul 07:43 WIB, Kutai Timur di Kalimantan Timur pukul 07:44 WIB, Kota Tidore pukul 07:46 WIB, hingga wilayah Bulungan pada pukul 08:05 WIB dan Nunukan pada pukul 08:14 WIB.

BNPB mengonfirmasi bahwa situasi dan kondisi di lapangan saat ini terpantau aman, tenang, dan terkendali. Berdasarkan laporan cepat dari Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud serta BPBD Kota Manado.

Guncangan gempa bumi di kedua wilayah tersebut hanya dirasakan lemah selama kurang lebih 2 hingga 3 detik.

"Hingga saat ini, tim gabungan BPBD di masing-masing daerah terus melakukan monitoring ketat secara berkala di lapangan guna memantau setiap dampak yang ditimbulkan pasca-gempa serta memastikan kondisi pesisir tetap aman," jelas Abdul Muhari

Dia menambahkan, hingga saat ini, BNPB terus memperkuat koordinasi sinergis dalam satu komando bersama tim gabungan lintas instansi di daerah, mulai dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, hingga lembaga kemanusiaan dan relawan penanggulangan bencana di lapangan, yang telah bersiaga penuh untuk memandu dan mengamankan jalur pergerakan warga.

Masyarakat diimbau untuk tidak panik, memberikan prioritas keselamatan bagi kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, dan anak-anak, serta selalu mematuhi instruksi resmi dari petugas lintas instansi yang mengawal situasi di lapangan.

"Warga juga diingatkan untuk tidak menyebarkan isu atau informasi yang belum jelas kebenarannya, dan selalu merujuk pada pemutakhiran data berkala dari instansi terkait dan petugas di lapangan," imbuh dia. (*/dpg)

Komentar