Kapendam XX/TIB Ungkap Hasil Investigasi Peluru Nyasar di UNP Secara Transparan

Metro- 08-06-2026 17:44
Kapendam XX/TIB, Kolonel Kav Taufiq bersama pihak Kampus UNP saat prescon hasil penyelidikan peluru nyasar di UNP, di Padang, Senin siang (8/6/2026). (dok : arunala.com)
Kapendam XX/TIB, Kolonel Kav Taufiq bersama pihak Kampus UNP saat prescon hasil penyelidikan peluru nyasar di UNP, di Padang, Senin siang (8/6/2026). (dok : arunala.com)

Padang, Arunala.com - Misteri insiden peluru nyasar yang melukai dua warga di lingkungan Universitas Negeri Padang (UNP) mulai menemukan titik terang.

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan mendalam, Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol (TIB) mengungkapkan, proyektil yang mengenai korban diduga kuat berasal dari amunisi latihan yang digunakan saat kegiatan menembak oleh salah satu satuan TNI yang sedang berlatih di Lapangan Tembak Lapai.

Pernyataan tersebut disampaikan Kapendam XX/Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kav Taufiq, dalam konferensi pers yang memaparkan perkembangan hasil investigasi atas insiden yang sempat menjadi perhatian publik tersebut.

Di tengah proses penyelidikan yang terus berjalan, kabar menggembirakan datang dari kondisi para korban.

Kapendam menyebutkan bahwa kondisi korban berangsur membaik dan terus mendapatkan perawatan medis secara intensif.

"Alhamdulillah, kondisi korban semakin baik. Kami terus mendoakan agar keduanya segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa," ujarnya.

Menurutnya, tim investigasi telah bekerja secara menyeluruh dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, berkoordinasi dengan kepolisian, mendalami lokasi latihan.

Dalam proses itu, pihak Kodam juga melibatkan para ahli senjata dan munisi untuk memastikan penyebab insiden secara ilmiah.

Tidak hanya itu, tim juga melaksanakan uji teori, uji lapangan, serta pemeriksaan forensik proyektil guna mencocokkan karakteristik peluru dengan senjata yang digunakan saat latihan.

Hasilnya menunjukkan adanya kesesuaian antara proyektil yang ditemukan dengan munisi kaliber 9 milimeter yang digunakan dalam latihan menembak pada waktu kejadian.

"Hasil analisis, uji teori, uji lapangan, dan pemeriksaan forensik proyektil menunjukkan bahwa proyektil tersebut diduga berasal dari munisi latihan yang digunakan saat kegiatan latihan menembak berlangsung," jelasnya.

Kolonel Kav Taufiq menjelaskan, dari hasil pengujian diketahui bahwa peluru kaliber 9 milimeter yang digunakan dalam latihan memiliki daya jangkau yang dapat mencapai lebih dari satu kilometer dalam kondisi tertentunext

Komentar