.
Karena itu, peningkatan kapasitas pengurus masjid dalam mengelola sistem tata suara perlu terus diperluas agar manfaatnya dapat dirasakan semakin banyak rumah ibadah.
"Pelatihan ini merupakan bagian dari ikhtiar kita memakmurkan masjid. Kalau suara imam dan khatib terdengar jelas, jamaah akan lebih nyaman mengikuti ibadah dan kajian," ujarnya.
Selain meningkatkan kompetensi teknis, Arry juga mengajak seluruh peserta menjadikan pelatihan sebagai wadah berbagi pengalaman dan mencari solusi atas berbagai persoalan akustik yang dihadapi di masjid masing-masing.
Pelatihan Akustik Masjid Batch III diikuti sekitar 100 peserta yang berasal dari seluruh kabupaten dan kota di Sumbar. Peserta terdiri atas pengurus masjid, pengurus DMI, teknisi masjid, garin, serta pengelola rumah ibadah.
Kegiatan berlangsung selama satu hari melalui dua sesi pembelajaran yang diawali dengan pre-test dan diakhiri post-test.
Pelatihan bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam merancang, mengoperasikan, dan mengoptimalkan sistem akustik masjid sehingga menghasilkan kualitas suara yang jernih, merata, dan nyaman didengar oleh seluruh jamaah.
Turut hadir pada pembukaan kegiatan Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat DMI H. Rofiqul Umam, Ketua PW DMI Sumbar Prof. Dr. KH. Ganefri.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumbar H Mustapa, M.A., jajaran pengurus DMI, serta peserta pelatihan dari berbagai daerah di Sumbar. (*/dpg)


Komentar