.
Ia menilai penanaman pohon merupakan bentuk nyata kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan. Kegiatan tersebut juga sejalan dengan prioritas Kementerian Agama dalam mendorong penerapan ekoteologi di lingkungan perguruan tinggi.
"Kegiatan ini adalah sebagai bentuk menjaga alam, sebagai prioritasnya yang diberikan oleh Pak Menteri kepada kita terkait dengan ekoteologi yang ada di kampus," ujar Prof. Martin.
Selain memberikan manfaat ekologis, penghijauan di kawasan kampus juga dinilai penting sebagai bagian dari mitigasi bencana.
Keberadaan pepohonan di kawasan berbukit dapat membantu meningkatkan daya serap air sekaligus mengurangi aliran permukaan yang berpotensi menyebabkan erosi.
"Sangat bermanfaat, karena dengan adanya penghijauan, maka aliran-aliran air bisa terserap dengan maksimal," jelasnya.
Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada momentum HUT ke-1 Kodam XX/TIB. Ia mengajak seluruh pihak untuk terus berkolaborasi menjaga lingkungan dan memperluas gerakan penghijauan di kawasan UIN Imam Bonjol Padang.
BPDAS Agam Kuantan: Pelestarian Alam Butuh Kolaborasi
Apresiasi juga disampaikan Kasi RHL BPDAS Agam Kuantan Sumbar, Anton Sudarwo. Ia menilai kegiatan penanaman pohon tersebut menjadi bukti nyata kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga lingkungan dan daerah aliran sungai.
Menurut Anton, pelestarian alam tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja.
Diperlukan keterlibatan pemerintah, TNI, perguruan tinggi, pihak swasta, dan masyarakat agar upaya menjaga ekosistem dapat berjalan secara berkelanjutan.
"Ini bentuk suatu kolaborasi, sinergi kita, sinergi antara pemerintah maupun akademisi, perguruan tinggi, pihak swasta, dan masyarakat," ujar Anton Sudarwo.
Ia menegaskan, keterlibatan berbagai elemen menjadi sangat penting, terutama dalam menghadapi berbagai ancaman kerusakan lingkungan dan potensi bencana yang dapat terjadi di masa mendatang.
Kegiatan penanaman pohon di UIN Imam Bonjol Padang tersebut pada akhirnya bukan sekadar seremoni memperingati HUT ke-1 Kodam XX/TIB.
Lebih dari itu, aksi tersebut menjadi simbol gotong royong lintas sektor dalam menjaga bumi Minangkabau, memperkuat mitigasi bencana, sekaligus menghadirkan manfaat ekologis dan ekonomi bagi masyarakat.
Sinergi tersebut memperlihatkan bahwa keberadaan TNI di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan dan keamanan.
Tetapi juga dapat diwujudkan melalui langkah konkret dalam menjaga lingkungan, mencegah bencana, dan membangun masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. (dpg)


Komentar