.
Program ini dirancang sebagai ruang ekspresi seni sekaligus media pemulihan psikososial (trauma healing) bagi anak-anak terdampak bencana.
"Program yang berlangsung selama 3 hari ini diikuti oleh 100 anak sebagai peserta melukis," ucapnya.
Peserta terdiri dari siswa SD kelas 4--6 dari 42 sekolah negeri dan swasta yang tersebar di empat kecamatan se-Kota Pariaman (Pariaman Utara, Pariaman Tengah, Pariaman Selatan, dan Pariaman Timur).
Untuk rangkaian kegiatannya antara lain, workshop pengenalan media dan teknik melukis, melukis bersama di atas kanvas, melukis pada media batok kelapa sebagai pemanfaatan bahan lokal yang menanamkan nilai keberlanjutan dan kearifan local.
Kegiatan ini juga menghadirkan para mentor dari Tambo Art, akademisi Universitas Negeri Padang (UNP), seniman lokal Pariaman, alumni SERUIN (Akselerasi Seni Rupa Indonesia) dan pegiat seni rupa Sumatera Barat (Ferdian Ondira, Yon Indra, Yosrianto, Hagung Kuntjara SW, Citra Leonita. (*/cpt)


Komentar