Bank Nagari Kirim Rendang dan Bantuan Dana untuk Korban Gempa NTT

Metro- 22-08-2026 19:10
Bank Nagari menyalurkan 50 kilogram rendang melalui BPBD Sumbar dan bantuan dana sebesar Rp50 juta melalui Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (ASBANDA) untuk membantu korban gempa NTT. IST
Bank Nagari menyalurkan 50 kilogram rendang melalui BPBD Sumbar dan bantuan dana sebesar Rp50 juta melalui Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (ASBANDA) untuk membantu korban gempa NTT. IST

.

Pemilihan rendang sebagai salah satu bentuk bantuan juga memiliki alasan tersendiri. Selain merupakan makanan khas Sumatera Barat, rendang memiliki daya simpan yang relatif panjang sehingga dinilai sesuai untuk mendukung kebutuhan pangan dalam situasi tanggap darurat.

Rendang juga praktis untuk didistribusikan kepada masyarakat terdampak. Karena itu, bantuan 50 kilogram rendang tersebut tidak hanya membawa nilai pangan, tetapi sekaligus menjadi simbol kepedulian dari Sumatera Barat kepada masyarakat NTT yang sedang menghadapi dampak bencana.

Melalui bantuan tersebut, Bank Nagari ingin membawa semangat "dari Sumatera Barat untuk Indonesia" dalam setiap kontribusi sosial yang diberikan. Bagi Bank Nagari, kepedulian terhadap korban bencana tidak dibatasi oleh wilayah operasional perusahaan.

Sebagai bank pembangunan daerah, Bank Nagari memandang bahwa kontribusi sosial merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan. Bencana yang terjadi di daerah lain tetap menjadi perhatian karena persoalan kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah administratif.

Selain bantuan pangan, Bank Nagari juga memberikan dukungan dana sebesar Rp50 juta melalui ASBANDA. Bantuan tersebut memperkuat semangat kolaborasi antar-Bank Pembangunan Daerah dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.

Gusti Candra mengatakan, partisipasi melalui ASBANDA merupakan bentuk solidaritas Bank Nagari sebagai bagian dari keluarga besar Bank Pembangunan Daerah di Indonesia.
"Bantuan melalui ASBANDA merupakan wujud semangat kebersamaan antarsesama Bank Pembangunan Daerah. Bank Nagari ingin mengambil bagian dalam upaya membantu masyarakat terdampak bencana sekaligus memperkuat semangat gotong royong yang menjadi bagian dari karakter bangsa Indonesia," tutur Gusti.

Menurutnya, peran Bank Pembangunan Daerah tidak hanya berkaitan dengan aktivitas ekonomi dan pembangunan di wilayah masing-masing. BPD juga memiliki ruang untuk berkontribusi dalam agenda sosial dan kemanusiaan secara nasional, terutama ketika masyarakat di suatu daerah menghadapi bencana.

ASBANDA menjadi salah satu wadah bagi Bank Pembangunan Daerah untuk memperkuat sinergi dan kebersamaan. Melalui wadah tersebut, dukungan dari masing-masing BPD dapat menjadi bagian dari gerakan bersama dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

Bank Nagari menilai penanganan bencana membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah, lembaga kebencanaan, dunia usaha, organisasi sosial, serta masyarakat memiliki peran masing-masing untuk memastikan kebutuhan warga terdampak dapat terpenuhinext

Komentar