Lantik Enam Pejabat Eselon II, Gubernur Mahyeldi: Pejabat Harus Hadir Menjawab Persoalan Masyarakat

Metro- 02-09-2026 21:19
Gubernur Mahyeldi melantik enam pejabat Eselon II di lingkup Pemprov Sumbar, Rabu (2/9/2026).  IST
Gubernur Mahyeldi melantik enam pejabat Eselon II di lingkup Pemprov Sumbar, Rabu (2/9/2026). IST

Padang, Arunala.com - Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah melantik enam Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Pejabat Eselon II) di lingkungan Pemprov Sumbar di Istana Gubernuran, Rabu (2/9/2026).

Kepada pejabat yang baru dilantik, Mahyeldi menekankan pentingnya integritas, keteladanan, serta kemampuan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

Adapun rincian nama dan jabatan masing-masing pejabat yang baru dilantik tersebut antara lain, Yozawardi Usama Putera dilantik sebagai Asisten Ekonomi dan Pembangunan, sebelumnya ia bertugas sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

Adib Alfikri dilantik sebagai Asisten Administrasi Umum, sebelumnya ia menjabat sebagai Asisten Ekonomi dan Pembangunan, kemudian Medi Iswandi dilantik menjadi Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), sebelumnya ia menjabat sebagai Asisten Administrasi Umum.

Selanjutnya, Tasliatul Fuaddi dilantik sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, sebelumnya ia menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Mahdianur dilantik menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), sebelumnya ia menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga.

Terakhir Kuartini Deti Putri dilantik sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup, sebelumnya ia menjabat sebagai Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Sumbar.

Mahyeldi menegaskan, pelantikan tersebut merupakan bagian dari proses penataan dan penguatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkup Pemprov Sumbar.

Pengisian dan rotasi JPT Pratama dilaksanakan melalui mekanisme manajemen talenta dengan mempertimbangkan kompetensi, pengalaman, kinerja, potensi, integritas, serta kebutuhan organisasi.

"Jabatan adalah amanah. Jadi mesti dilihat sebagai kesempatan untuk berbuat lebih banyak dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi daerah dan masyarakat," ujar Mahyeldi.

Menurutnya, seorang pejabat pimpinan tinggi tidak cukup hanya mampu menyelesaikan pekerjaan administratif, tetapi juga harus mampu menjadi teladan bagi seluruh jajarannext

Komentar