.
Keteladanan tersebut, menurutnya, harus tercermin dalam integritas, kedisiplinan, kejujuran, etos kerja, serta komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
"Seorang pemimpin harus memberikan contoh sebelum memberikan perintah. Kalau kita ingin bawahan disiplin, kita harus terlebih dahulu menunjukkan kedisiplinan. Kalau kita ingin pelayanan kepada masyarakat semakin baik, maka pimpinan harus menjadi orang pertama yang memberikan pelayanan dengan baik," tegasnya.
Mahyeldi juga mengingatkan para pejabat yang baru dilantik agar tidak hanya bekerja di belakang meja, tetapi memahami secara langsung persoalan yang dihadapi masyarakat.
Menurutnya, pemimpin harus mampu membaca persoalan lebih awal dan mengambil langkah penyelesaian sebelum persoalan tersebut berkembang menjadi lebih besar.
"Jangan menunggu persoalan membesar, jangan menunggu masyarakat mengeluh, dan jangan menunggu pimpinan meminta baru kita bergerak. Seorang pemimpin harus mampu melihat persoalan lebih awal dan mengambil langkah yang diperlukan," katanya.
Secara khusus, Mahyeldi meminta pejabat yang baru dilantik segera menunjukkan kinerja terbaik sesuai tugas masing-masing.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan serta Asisten Administrasi Umum diharapkan memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah, Kepala BPSDM meningkatkan pembinaan dan kompetensi ASN.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga memperkuat pembinaan generasi muda sekaligus mengawal persiapan PORPROV dan pembangunan GOR, sedangkan Kepala DPMD memperkuat pembangunan berbasis nagari, termasuk melalui pengembangan Nagari Creative Hub (NCH).
Khusus kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Gubernur menekankan agar pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan berjalan beriringan.
Ia meminta persoalan lingkungan, terutama pengelolaan sampah, segera ditangani melalui langkah-langkah yang konkret dan memberikan hasil yang dapat dirasakan masyarakat.
"Terutama untuk persoalan pengelolaan sampah, itu harus menjadi perhatian serius agar segera ada solusi konkretnya," tegas Mahyeldi.
Terkait rotasi dan mutasi, Mahyeldi menegaskan bahwa hal tersebut merupakan bagian yang wajar dalam dinamika organisasi dan harus dipandang dalam kerangka kepentingan pemerintahan.
Menurutnya, kepentingan organisasi dan pembangunan daerah harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi.
Menutup arahannya, Mahyeldi berpesan agar para pejabat yang baru dilantik segera memahami bidang tugasnya masing-masing, menyesuaikan diri, membangun komunikasi dengan jajaran.
"Turun memahami persoalan di lapangan, mendengarkan masukan bawahan, serta bekerja dengan sungguh-sungguh, ikhlas, dan sesuai ketentuan," pungkas Mahyeldi. (*/dpg)


Komentar