.
Menurutnya, rumah sakit di Sumatera Barat saat ini berada dalam lingkungan pelayanan kesehatan yang terus berubah. Perubahan regulasi, perkembangan teknologi, tuntutan efisiensi, kebutuhan peningkatan mutu, hingga dinamika sumber daya manusia menjadi tantangan yang harus diantisipasi secara bersama.
Karena itu, kepengurusan PERSI Sumatera Barat periode 2026--2030 tidak cukup hanya menjalankan fungsi organisasi secara administratif. PERSI diharapkan mampu menjadi wadah yang dapat mengidentifikasi persoalan, mempertemukan berbagai kepentingan, serta mendorong lahirnya solusi yang dapat diterapkan bersama.
Dr. dr. Dovy menyebut terdapat lima tantangan utama yang akan menjadi perhatian PERSI Sumatera Barat dalam empat tahun ke depan. Pertama, dinamika regulasi dan kepatuhan. Kedua, transformasi digital dan perkembangan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI). Ketiga, tekanan pembiayaan rumah sakit tanpa mengorbankan mutu pelayanan.
Selanjutnya, tantangan keempat adalah fragmentasi sistem dan kesenjangan akses pelayanan antarwilayah, sedangkan tantangan kelima berkaitan dengan pemerataan kapasitas sumber daya manusia serta regenerasi kepemimpinan rumah sakit.
"Kalau kita melihat kondisi perumahsakitan saat ini, ada lima tantangan utama yang harus menjadi perhatian kita bersama. Pertama adalah dinamika regulasi dan kepatuhan. Kedua transformasi digital dan berkembangnya pemanfaatan AI. Ketiga tekanan pembiayaan yang harus kita hadapi tanpa menurunkan mutu. Keempat fragmentasi sistem dan kesenjangan akses antarwilayah. Dan yang kelima adalah pemerataan kapasitas SDM serta regenerasi kepemimpinan rumah sakit," katanya.
Ia menilai kelima persoalan tersebut tidak berdiri sendiri. Masing-masing memiliki keterkaitan yang kuat sehingga membutuhkan pendekatan yang terintegrasi. Transformasi digital, misalnya, bukan semata persoalan menyediakan perangkat teknologi. Di dalamnya terdapat persoalan pembiayaan, kesiapan SDM, keamanan data, interoperabilitas sistem, kepatuhan terhadap regulasi hingga tata kelola.
"Kelima tantangan ini saling berkaitan. Masalah digitalisasi, misalnya, bukan hanya masalah teknologi, tetapi juga menyangkut pembiayaan, kompetensi SDM, kepatuhan, keamanan data, dan tata kelola. Oleh sebab itu, kita tidak dapat menyelesaikannya dengan pendekatan yang terpisah-pisah. Kita membutuhkan PERSI yang mampu menyatukan kekuatan dan mengorkestrasi solusi bersama," ujarnyanext


Komentar