RS M. Djamil Satukan Rumah Sakit se-Sumbar Kendalikan Resistensi Antimikroba

Kesehatan- 03-10-2026 16:58
Foto bersama Dirjen Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI, dr. Azhar Jaya, SH, SKM, MARS, Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan, Drs. Bayu Teja Muliawan, S.H., M.Pharm, MM, Apt., jajaran direksi RS M. Djamil, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, dr. Aklima, MPH serta direktur RS se-Sumbar usai penandatanganan kerja sama di Auditorium Lantai 4 Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Sabtu (3/10/2026). HUMAS RS M. DJAMIL
Foto bersama Dirjen Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI, dr. Azhar Jaya, SH, SKM, MARS, Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan, Drs. Bayu Teja Muliawan, S.H., M.Pharm, MM, Apt., jajaran direksi RS M. Djamil, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, dr. Aklima, MPH serta direktur RS se-Sumbar usai penandatanganan kerja sama di Auditorium Lantai 4 Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Sabtu (3/10/2026). HUMAS RS M. DJAMIL

.

Penguatan audit penggunaan antibiotik juga menjadi bagian dari jejaring tersebut. Melalui audit, rumah sakit dapat mengevaluasi apakah antibiotik diberikan sesuai indikasi, jenis obat yang tepat, dosis yang sesuai, serta durasi penggunaan yang diperlukan pasien.

Dari sisi pencegahan, penguatan tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi atau PPI menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Pencegahan infeksi sejak awal dapat mengurangi risiko pasien mengalami infeksi yang dapat dicegah sekaligus menekan kebutuhan penggunaan antibiotik.

Dengan demikian, pengendalian AMR bukan hanya berbicara mengenai obat. Di dalamnya terdapat sistem pencegahan infeksi, laboratorium, tenaga kesehatan, data, tata kelola rumah sakit, hingga pembiayaan pelayanan kesehatan.

Kolaborasi antarrumah sakit menjadi penting karena pola resistensi dapat berkembang dan berubah dari waktu ke waktu. Ketika setiap rumah sakit memiliki data dan sistem yang berjalan, informasi tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran bersama untuk memperkuat respons terhadap ancaman AMR di tingkat regional.

Dovy mengatakan seluruh komponen tersebut diarahkan untuk menjadikan RS M. Djamil sebagai Regional Center of Excellence for Antimicrobial Resistance Control di Sumatera Barat.

"Dengan program ini diharapkan RS M. Djamil sebagai Regional Center of Excellence for antimicrobial resistance control di Sumatera Barat melalui penguatan surveilans, laboratorium, antimicrobial stewardship, infection prevention and control, serta pengampuan rumah sakit jejaring," tukasnya.(*)

Komentar