.
Guncangan gempa dirasakan cukup kuat di Kabupaten Sumba Barat Daya dan Kabupaten Sumba Barat. Di sejumlah wilayah, masyarakat sempat keluar dari rumah saat merasakan guncangan, namun situasi selanjutnya kembali kondusif.
Wilayah pesisir bagian barat Pulau Sumba juga dilaporkan merasakan guncangan cukup kuat. Hingga siaran pers ini disusun, tidak dilaporkan adanya potensi tsunami.
Menurutnya,BPBD Kabupaten Sumba Barat Daya dan BPBD Kabupaten Sumba Barat melakukan pemantauan kondisi pascagempa.
Kodim 1613/Sumba Barat dan Kodim 1629/Sumba Barat Daya turut melakukan pemantauan wilayah terdampak, sedangkan aparat kewilayahan dan Babinsa melakukan pengumpulan informasi serta pendataan kerusakan.
"Posko awal penanganan bencana telah didirikan di Lapangan Makodim 1629/Sumba Barat Daya. Sebanyak 173 personel telah disiagakan untuk mendukung pemantauan dan penanganan apabila diperlukan, terdiri atas 30 personel Kodim 1613/Sumba Barat, 68 personel Kodim 1629/Sumba Barat Daya, dan 75 personel Yonif TP 930/TT," tutur dia.
Dia menambahkan, BNPB terus melakukan monitoring dan koordinasi dengan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur serta BPBD kabupaten terdampak.
Pemutakhiran data korban, kerusakan, dan kebutuhan masyarakat juga dilakukan seiring dengan hasil asesmen di lapangan.
"Masyarakat diimbau tetap tenang, waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, dan mengikuti informasi resmi dari BNPB, BMKG, BPBD, serta instansi terkait lainnya. Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan dan tidak memasuki bangunan yang kondisinya belum dinyatakan aman," imbuhnya. (*/dpg)


Komentar