Buka Pelatihan Literasi, Ketua DPRD Sumbar Ajak Siswa Kenali Potensi Diri Demi Masa Depan

Edukasi- 03-11-2026 15:03
Ketua DPRD Sumbar, Muhidi Bersama para guru dan siswa saat membuka Pelatihan Literasi Tingkat SMA yang dihadiri oleh hampir 100 pelajar dari berbagai SMA se-Kota Padang di salah satu hotel di Padang, Selasa (3/11/2026). IST
Ketua DPRD Sumbar, Muhidi Bersama para guru dan siswa saat membuka Pelatihan Literasi Tingkat SMA yang dihadiri oleh hampir 100 pelajar dari berbagai SMA se-Kota Padang di salah satu hotel di Padang, Selasa (3/11/2026). IST

Padang, Arunala.com - Ketua DPRD Sumbar, Muhidi, mendorong para pelajar untuk mengenali potensi, minat, dan bakat diri sejak dini.

Langkah strategis ini dinilai krusial agar jalur pendidikan yang dipilih para siswa dapat selaras (link and match) dengan dinamika dan kebutuhan dunia kerja di masa depan.

Hal tersebut ditegaskan Muhidi saat membuka Pelatihan Literasi Tingkat SMA yang dihadiri oleh hampir 100 pelajar dari berbagai SMA se-Kota Padang di salah satu hotel di Padang, Selasa (3/11/2026).

Menurut Muhidi, kunci kesuksesan generasi muda berakar pada pemahaman terhadap kemampuan pribadi sebelum melangkah ke jenjang yang lebih tinggi.

Bagi siswa SMK, keselarasan keterampilan dengan industri mutlak diperlukan. Sementara bagi siswa SMA, pemetaan rencana studi ke perguruan tinggi atau persiapan kerja juga harus dimatangkan sejak awal.

"Sangat penting bagi siswa untuk mengenali potensi diri sendiri. Jangan sampai memilih jurusan atau jalur karir tanpa tahu minat dan kemampuan yang dimiliki. Kenali diri Anda agar apa yang dipelajari sejalan dengan tujuan masa depan," ujar Muhidi di hadapan para peserta.

Selain pemetaan potensi, politisi ini juga menyoroti pentingnya membangun budaya literasi di lingkungan sekolah. Ia menantang para pelajar untuk membangun kebiasaan membaca minimal 15 menit setiap hari secara konsisten guna memperluas cakrawala berpikir.

Ia mengingatkan, kesuksesan sejati tidak hanya diukur dari kecerdasan intelektual semata, melainkan dari kombinasi kerja keras, kemauan terus belajar, etika menghargai guru, serta kemanfaatan ilmu tersebut bagi lingkungan sekitar. (*/cpt)

Komentar