Kadin Sumbar dan BI Jalin Kemitraan Strategis

Metro- 27-01-2022 09:09
Ketua Kadin Sumbar, Ramal Saleh bersama pihak BI serahkan bahan SKDU kepada pelaku usaha di daerah ini, usai kegiatan Rabu sore (26/1) kemarin. (Dok : Istimewa)
Ketua Kadin Sumbar, Ramal Saleh bersama pihak BI serahkan bahan SKDU kepada pelaku usaha di daerah ini, usai kegiatan Rabu sore (26/1) kemarin. (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala - Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sumbar, Ramal Saleh menyambut baik kerjasama yang ditawarkan Bank Indonesia (BI) wilayah Sumbar dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi di ranah minang ini.

Kerjasama yang dibuat BI Sumbar ini berkaitan dengan survei kegiatan dunia usaha yang ada saat ini di Sumbar terlebih bagi pelaku industri kreatif.

"Kadin Sumbar siap bekerjasama dengan BI untuk sama sukseskan kegiatan survei itu. Sebab hal ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi melalui survei kegiatan dunia usaha tersebut," kata Ramal Saleh kepada media di Padang, Rabu sore (26/1) kemarin.

Baca Juga

Menurut dia, salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru di Sumbar ini adalah sektor pariwisata, karena apa yang sudah digagas Kadin Sumbar pada 2021 lalu memprediksikan tingkat kunjungan wisatawa ke daerah ini alami peningkatan, dan ini memberi tempat bagi pelaku industri kreatif.

Ramal Saleh berharap, pelaksanaan survei dilakukan BI bersama pelaku usaha bisa menghasilkan manfaat besar untuk ketepatan regulasi dan kebijakan yang akan diambil.

Dia menambahkan, data dan informasi hasil survei ini, menjadi dasar dalam perumusan kebijakan Bank Indonesia, sejalan dengan prinsip dasar untuk menghasilkan kebijakan yang berdasarkan riset (research based policy).

"Kami menyambut baik antusiasme dari para pelaku usaha, serta berharap kolaborasi dan kemitraan antara Bank Indonesia, OJK, pemerintah dengan pengurus Kadin Sumbar maupun Anggota Kadin Sumbar dapat terus berjalan," kata Ramal Saleh.

Seperti diketahui penyelenggaraan survei yang dilakukan Bank Indonesia didasarkan pada amanat Undang Undang No.23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No.3 tahun 2004, pasal 14 ayat 1 yang menyatakan bahwa Bank Indonesia dapat menyelenggarakan survei secara berkala atau sewaktu-waktu diperlukan, yang dapat bersifat makro atau mikro untuk mendukung pelaksanaan tugas Bank Indonesia tersebut.

Pengenalan Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) kepada dunia usaha, merupakan langkah awal untuk menarik keterlibatan pelaku usaha khususnya kelas menengah dan besar.

Komentar