Legislatif Bengkulu Kunjungi DPRD Sumbar

Metro- 04-02-2022 12:11
Sekretaris DPRD Sumbar, Raflis saat menerima rombongan DPRD Bengkulu di ruang sidang khusus, Jumat (4/2). (Dok : Istimewa)
Sekretaris DPRD Sumbar, Raflis saat menerima rombongan DPRD Bengkulu di ruang sidang khusus, Jumat (4/2). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala - Peraturan daerah (Perda) tentang Pengelolaan Aset Daerah, yang dimiliki Pemprov Sumbar jadi bahan acuan bagi para legislator dari DPRD Pemprov Bengkulu.

Ini terjawab saat rombongan DPRD provinsi tetangga berkunjung ke DPRD Sumbar karena ingin koordinasi sekaligus konsultasi tentang bagaimana pemanfaatan aset serta pelelangan aset sebagai pendapatan daerah di Sumbar.

Kunjungan DPRD Bengkulu yang dipimpin Ketua Komisi III, Sumardi itu disambut Sekretaris DPRD Sumbar, Raflis didampingi Biro Aset Pemprov Sumbar yang diwakili Kabid Aset pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Setprov Sumbar, Budiyarma dan lainnya di ruangan sidang khusus, Jumat (4/2).

Baca Juga

Pada kesempatan itu, Sumardi menyampaikan rasa terimakasih mereka karena sudah diterima dengan rasa kekeluargaan di DPRD Sumbar.

"Selain ucapan terima kasih, kami juga ingin konsultasi terkait Perda Aset yang ada di Sumbar, untuk kemudian kami jadikan contoh di Pemprov Bengkulu tentang pengelolaan aset," kata Sumardi.

Menanggapi maksud kehadiran rombongan DPRD Bengkulu itu, Raflis mengatakan, sebuah kewajiban untuk bisa melayani tamu yang hadir berkunjung ke DPRD Sumbar, dan itu sebuah kewajaran.

Selain itu, Raflis juga menerangkan berbagai tahapan dalam proses pembuatan Perda Aset di Sumbar sampai ditetapkan menjadi Perda.

"Dalam pembuatan Perda itu, DPRD bersinergi dengan pemprov dalam membahasnya, sehingga bisa dilaksanakan bersama-sama, dan prosesnya jauh lebih cepat, dari mulai pembahasan sampai dengan keputusan, termasuk juga saat berkonsultasi ke Kemendagri," terang Raflis.

Dia juga menyampaikan, rombongan dari DPRD Bengkulu tidak bisa diterima langsung anggota DPRD Sumbar, karena saat ini ada kegiatan lain sehingga pimpinan merekomendasikan agar diterima langsung oleh dirinya selaku Sekwan.

"Sebenarnya ada keinginan pimpinan dewan untuk menerima langsung, namun saat ini ada kegiatan, sehingga saya diminta untuk menerima langsung," kata Raflis.

Komentar