Dua SMP di Padang Jadi Sekolah Mitra BEM FKG Unand

Metro- 27-03-2022 17:58
BEM KM FKG Unand saat laksanakan kegiatan pengabdian sekolah SMP di Kota Padang dalam rangka sekolah mitra beberapa waktu lalu. (Dok : Istimewa)
BEM KM FKG Unand saat laksanakan kegiatan pengabdian sekolah SMP di Kota Padang dalam rangka sekolah mitra beberapa waktu lalu. (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala - Dua sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Padang, yakni SMP 25 dan SMP 7 jadi sekolah mitra (sekmit) bagi Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (BEM KM FKG) Unand.

Sekolah mitra yang dijadikan BEM KM FKG Unand itu saat dilakukannya kegiatan pengabdian ke sekolah yang dilaksanakan dalam waktu berbeda.

Untuk SMP 25 Padang, kegiatan itu dilakukan pada Sabtu (19/3) dan SMP 7 Padang pada Sabtu (26/3) kemarin.

Baca Juga

"Sekolah Mitra merupakan salah satu program kerja Departemen Pengabdian Masyarakat (DIMAS) BEM KM FKG Unand yang dilaksanakan secara luring (offline) pada tahun ini," ungkap Ketua Pelaksana Sekolah Mitra 2022 FKG Unand, Miftahul Rizka Amalia kepada Arunala.com , Minggu sore (27/3).

Rizka menyebutkan, kegiatan sekolah mitra yang diadakan BEM-nya itu mengusung tema "Beautiful Smile Starts From A Healthy Teeth".

Sekaligus hal itu bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan di bidang kesehatan gigi dan mulut serta membangkitkan kemauan untuk memelihara kesehatan gigi dan mulut di dua SMP tersebut.

"Terdapat perbedaan konsep sekolah mitra pada tahun ini. Di tahun sebelumnya hanya penyuluhan dan pemeriksaan gratis kepada para siswa SMPN di Kota Padang. Namun di tahun ini, sekolah mitra diadakan dengan menambah rangkaian kegiatan yang bernama teledentistry," ujar Rizka lagi.

Dia menjelaskan, teledentistry merupakan kegiatan konsultasi gratis online bersama dokter gigi dari dosen FKG Unand dengan menggunakan aplikasi iDent.

Untuk diketahui tambah Rizka, iDent adalah aplikasi android yang bertujuan untuk konsultasi kesehatan gigi dan mulut antara dokter gigi dan pasien melalui media video call.

Sebenarnya, lanjut dia, teledentistry merupakan modifikasi dari bentuk kegiatan sekolah mitra sebelumnya.

"Namun kali ini pola teledentistry dilaksanakan dalam bentuk praktik (konsultasi) dokter gigi menggunakan layanan teknologi informasi. Dimana panitia lebih berfokus kepada konsultasi online antara dokter gigi dengan pasien," papar Rizka.

Ada 17 orang dokter gigi umum spesialis yang lakukan pada 30 orang pasien teledentistry ini. Ini dikarenakan masih belum ada platform atau layanan yang menyediakan layanan teledentistry untuk kegiatan pengabdian masyarakat.

Beberapa dari panitia berinisiatif untuk membuat platform baru untuk mengatasi masalah tersebut, platform itu bernama iDent.

Disebutkan Rizka, kegiatan yang mereka lakukan dibimbing oleh drg Haria Fitri, M Biomed dan dibawah binaan Wakil Dekan III FKG Unand.

Dalam kegiatan itu, selain memberikan materi mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, para peserta pun diajak untuk menyimak tata cara menyikat gigi yang baik dan benar sesuai dengan metode bass.

Dikarenakan keadaan pandemi pada saat ini, maka jumlah siswa yang ikut dibatasi, untuk SMP 25 Padang pesertanya 98 orang dan SMP 7 Padang dihadiri oleh 95 siswa.

Sementara, Wakil Kurukulum SMPN 25 Padang, Yuni Revita, S.Pd mengatakan sekolahnya sangat berharap semoga kegiatan sekolah mitra ini dapat membawa manfaat dan dapat dilaksanakan lagi tahun depan.

Kepala SMP 7 Padang, Hasyuni Harti, M.Pd juga menyampaikan hal yang sama, bahkan mengharapkan kegiatan yang dilaksanakan BEM KM FKG Unand bisa juga melibatkan semua kelas mulai dari kelas 7 hingga kelas 9 bersama semua shift.

Komentar