Disparbud Pariaman Latih Pelaku Homestay

Metro- 13-07-2022 17:45
Wako Genius Umar bersama pelaku usaha homestay di sela-sela pelatihan, Rabu (13/7). (Dok : Istimewa)
Wako Genius Umar bersama pelaku usaha homestay di sela-sela pelatihan, Rabu (13/7). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Pariaman, Arunala - Kota Pariaman telah menjadi kota tujuan wisata di Sumbar. Pariwisata telah menjadi sektor unggulan di Kota Pariaman dan menjadi tulang punggung ekonomi terutama di daerah pesisir pantai.

Tingginya angka kunjungan wisatawan ke Kota Pariaman akan lebih berdampak jika ditambah length of stay atau lamanya tinggal dan menginap di hotel dan homestay dikawasan wisata, kalau pengelolaannya bisa memberikan atraksi wisata yang menarik dan membuat pengunjung betah ini bisa terpenuhi.

Hal tersebut dikatakan Wali Kota Pariaman, Genius Umar saat membuka secara resmi pelatihan pengelolaan usaha homestay/pondok wisata di Kota Pariaman yang diadakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Pariaman di aula Safari Inn Kota Pariaman, Rabu (13/7).

Baca Juga

Pelatihan tersebut berlangsung dari tanggal 13 s/d 15 Juli 2022, diikuti 45 pengelola homestay se-Kota Pariaman dan ada 5 yang berasal dari desa wisata seperti Desa Apar, Desa Kampung Kandang, Desa Pasir Sunur, Pauh Barat dan Pauh Timur. Penekanan dari pelatihan ini ialah terkait bagaimana manajemen pengelolaan homestay dan standar pelayanan.

Genius mengatakan, keberhasilan pariwisata di Kota Pariaman itu tidak hanya atas kerja keras pemerintah saja tapi atas peran masyarakatnya yangsocial engineeringyang ramah tamah, mudah tersenyum dan saling tegur sapa dengan wisatawan yang datang. Tidak terlepas juga dari aspek swastanya, seperti pelaku UMKM dan pengelola homestay ini misalnya.

"Homestay adalah hotel yang berbasis kepada komunitas, dimana masyarakat yang tinggal dikawasan wisata bersedia menyewakan rumahnya kepada pengunjung dengan standar hotel ," ujarnya.

Wako Genius menghimbau agar pengelola homestay juga harus melek dengan teknologi sehingga dapat mempromosikannya jasanya melalui media sosial.

Kita berharap keberadaan homestay di Kota Pariaman ini dapat mendukung Kota Pariaman sebagai kota tujuan wisata, serta memberikan citra yang baik dan dapat mempromosikan kota tabuik dengan beragam seni dan budayanya.

Kepada dinas terkait, Genius pesankan agar terus melakukan pendampingan terhadap pengelola homestay ini agar terus berkembang dan berinovasi.

"Homestay di lokasi desa wisata cukup menjanjikan, hanya saja tinggal pengelolaan, promosi dan kualitasnya yang harus ditingkatkan," tutup Genius.

Komentar