Pemprov Sumbar Siapkan Langkah Guna Tekan Laju Inflasi

Metro- 31-08-2022 16:27
Gubernur Mahyeldi berikan arahannya pada rapat High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) 2022 se-Sumbar di ruang rapat kantor Bank Indonesia, Padang, Rabu siang (31/8). (Dok : Istimewa)
Gubernur Mahyeldi berikan arahannya pada rapat High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) 2022 se-Sumbar di ruang rapat kantor Bank Indonesia, Padang, Rabu siang (31/8). (Dok : Istimewa)

Penulis: Darizon Y

Padang, Arunala - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi mendorong seluruh kepala daerah di Sumbar untuk menyiapkan beberapa langkah dalam pengendalian inflasi.

Permintaan Mahyedi itu sebagai upaya tindak lanjut kebijakan nasional terkait penanganan inflasi oleh Kemendagri yang menerbitkan surat edaran nomor 500/4825/S Tentang Penggunaan Belanja Daerah Tidak Terduga Dalam Rangka Pengendalian Inflasi di Daerah per 19 Agustus 2022.

"Dorongan dan dukungan yang saya harapkan dari bupati dan wali kota yang diharapkan Mahyeldi mulai dari pendistribusian dana Kredit Usaha Rakyat (KUR), mengalokasikan dana Badan Amil Zakat (BAZ) ke masyarakat tidak mampu, serta melakukan optimalisasi anggaran melalui anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT)," ungkap Mahyeldi dalam arahannya pada rapat High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) 2022 se-Sumbar di ruang rapat kantor Bank Indonesia, Padang, Rabu siang (31/8).

Baca Juga

Beberapa langkah yang disampaikan Mahyeldi adalah, pertama, alokasi dana kredit usaha rakyat (KUR).

Dirinya pun meminta kepada OJK dan BI untuk memberdayakan dana desa di masyarakat agar terkelola secara baik.

Selain itu, Mahyeldi memerintahkan untuk cek dana KUR di bank-bank sehingga dana KUR bisa dimanfaatkan untuk menahan kenaikan harga barang dan jasa.

"Terdapat sumber-sumber dana yang dapat dipakai untuk memberdayakan masyarakat, apalagi program KUR harus kita keluarkan guna mempercepat produksi komoditas terutama pangan. Agar mencegah dampak inflasi, serta untuk menjaga daya beli masyarakat," terangnya. Kedua, alokasi dana badan amil zakat (BAZ).

Menurut gubernur, dana BAZ dapat dialokasikan ke masyarakat yang tidak mampu, serta membantu para petani untuk menyediakan bibit dan pupuk yang saat ini sedang langka. Hal itu digunakan intuk meningkatkan produksi pangan untuk menekan laju inflasi.

Ketiga, optimalisasi anggaran kepala daerah yang berwenang mengambil tindakan tertentu dalam keadaan mendesak dan sangat dibutuhkan oleh Daerah dan masyarakat, dapat menggunakan anggaran BTT.

Selain itu, menurut gubernur dalam waktu dekat Pemprov Sumbar akan mengadakan bazar murah dalam rangka program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) yang berlokasi di halaman kantor gubernur pada 14 September 2022 mendatang.

"Saya harap Bazar Murah ini nantinya bakal diadakan serentak di seluruh kabupaten kota se-Sumbar. Kita harus serius dalam menekan inflasi, jangan hanya menganggap enteng. Kita harus serius dalam bersinergi dan berkolaborasi dalam meningkatkan potensi-potensi pangan di Sumbar dalam menekan laju inflasi," tegas Mahyeldi lagi.

Pada pesta pasar murah tersebut nantinya akan dilaksanakan selama dua hari dengan mengikutsertakan TTIC, Bulog, distributor dibawah naungan disperindag, serta klaster binaan BI.

Pada lokasi Pasar Murah juga disediakan mobil kas keliling BI untuk memberikan layanan uang layak edar kepada masyarakat serta mengedukasi ciri-ciri keaslian uang rupiah (CIKUR).

Selain itu untuk menekan laju inflasi Pemprov Sumbar saat ini tengah mempersiapkan beberapa iven besar, salah satunya Visit Beautiful West Sumatera (VBWS) 2023, Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS), dan MTQ Korpri Nasional ke-VI yang dalam waktu dekat akan dilaksanakan.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar, Wahyu Purnama, menyampaikan tujuh program unggulan Bank Indonesia sebagai kontribusi BI untuk menekan laju inflasi di sumbar.

"Tujuh program tersebut antara lain optimalisasi keterjangkauan harga, perluasan kerjasama antar daerah (KAD), optimalisasi fasilitas distribusi pangan, memperkuat ketahanan komoditas holtikultura, peningkatan pemanfaatan alsintan dan Saprodi, penguatan infratruktur TIK dan koordinasi yang efektif," paparnya.

Selain itu tindak lanjut pengendalian inflasi daerah di kabupaten kota yang dilakukan oleh BI antara lain komunikasi publik, operasi pasar murah, pemberian bantuan bibit, gerakan produksi dan penggunaan pupuk organik, penyaluran alsintan, saprodi, dan dukungan digital farming, serta pengembangan sentra produksi atau food estate.

Di acara tersebut juga Wahyu Purnama memberikan tujuh pecahan uang kertas baru tahun emisi 2022 kepada seluruh kepala daerah yang hadir.

Komentar