Plafon Gedung Dinas Kebudayaan Sumbar Bahayakan Masyarakat

Metro- 24-10-2022 13:59
Kondisi plafon lantai atas Dinas Kebudayaan Sumbar yang kondisinya cukup mengkhawatirkan dan membahayakan masyarakat, Senin (24/10). (Foto : Derizon)
Kondisi plafon lantai atas Dinas Kebudayaan Sumbar yang kondisinya cukup mengkhawatirkan dan membahayakan masyarakat, Senin (24/10). (Foto : Derizon)

Penulis: Derizon Yazid

Padang, Arunala.com - Kondisi plafon (langit-langit) gedung Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar dinilai sangat memprihatinkan dan bahkan bisa membahayakan masyarakat.

Pasalnya, plafon yang ada di lantai paling atas gedung ini yang berada tepat mengarah pada lokasi yang sering digunakan masyarakat untuk senam, serta tempat rekreasi memandang pantai dan berfoto, berlokasi di pantai Padang, hampir jatuh karena copot di beberapa bagiannya.

Kondisi yang mengancam ini dikritisi Ketua Umum Persatuan Keluarga Pesisir Selatan (PKPS)/IKPS Sumbar, Sengaja Budi Syukur dan Anggota DPRD Sumbar, Albert Indra Lukman.

Baca Juga

"Plafon kantor Dinas Kebudayaan Sumbar bagian paling atas itu kondisinya memang dirasakan membahayakan, kalau tidak segera diperbaiki akan menimbulkan kecelakaan tertimpa material plafon bagi masyarakat yang beraktivitas senam, serta tempat rekreasi memandang pantai dan berfoto di panggung yang sering digunakan itu," kata S Budi Syukur saat dihubungi Arunala.com , Senin siang (24/10).

Menurutnya, setiap hari warga jalan kaki di pantai dan lewat dibawah gedung dinas itu. Serpihan bekas plafon beterbangan di lantai. Tak terbayangkan kalau orang lagi senam di bawah tertimpa serpihan plafon.

"Kalau tidak diperbaiki dan seandainya saat jatuh dan kena kepala masyarakat atau wisatawan yang datang ke Padang," ujar dia mengulangi.

S Budi Syukur juga mempertanyakan, sampai kapan kondisi model itu dibiarkan.

"Apakah menunggu korban baru diperbaiki?" tanya S Budi Syukur yang juga ketua Komunitas Jalan Sehat Sumbar.

Sementara itu, Anggota DPRD Sumbar, Albert Indra Lukman menyebutkan, saat ini Pemprov Sumbar harus memikirkan kondisi dari gedung Dinas Kebudayaan itu sekarang yang masih terbengkalai.

"Untuk sementara ada baiknya dibuat papan pengumuman agar melarang masyarakat lewat dibawah lokasi yang rawan di bahwa gedung dinas itu untuk sementara waktu. Tujuannya untuk menghindari tidak ada korban tertimpa reruntuhan plafon tersebut," ujar dia.

Dia menyampaikan, bila dilanjutkan pembangunan gedung tentunya ada aturan dan regulasi dilakukan Pemprov Sumbar.

"Jangan biarkan proyek-proyek strategis mangkrak dan azas manfaatnya tidak ada sehingga terkesan buang-buang anggaran," tegas Albert Indra Lukman.

Komentar