Dari Biji Kopi Hingga ke Cangkir

Metro- 05-11-2022 15:10
Barista Menyala Coffee and Roastery menyiapkan pesanan pelanggan. (Dok : Istimewa)
Barista Menyala Coffee and Roastery menyiapkan pesanan pelanggan. (Dok : Istimewa)

Penulis: Fajril

Padang, Arunala.com - Ngopi yok. Ajakan tersebut mungkin awam di kalangan masyarakat Kota Padang. Ngopi sendiri sudah menjadi kebiasaan lama.

Kini, kebiasaan ngopi makin jadi-jadi. Ditandai dengan menjamurnya coffee shop, jenis-jenis olahan kopi baru sampai pecandu kopi baru.

Tahukan Anda kalau di coffee shop di Kota Padang kini umumnya menggunakan biji kopi lokal? Ya, kopi-kopi yang disuguhkan kebanyakan merupakan olahan dari biji kopi lokal.

Baca Juga

Ini membuktikan kalau kopi lokal memiliki taste atau cita rasa yang nikmat.

Sebagai pecinta kopi, ada baiknya Anda untuk mengetahui informasi lebih jauh tentang minuman yang mengandung kafein itu. Mulai dari pengolahan, jenis-jenis kopi hingga kopi apa yang kita teguk. Biar taste-nya juga dapat.

Hal ini dikatakan Manajer Menyala Coffee and Roastery, Jehan Prima. Tempat yang berlokasi di Jalan Bandarpurus No 14, Kelurahan Padangpasir, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang ini mengolah biji kopi lokal di Indonesia.

"Kami ngambil stok kopi dalam bentuk green bean langsung dari petani-petani kopi lokal. Seperti Solok, Sangir, Kerinci, Aceh Gayo dan lainnya. Baru kemudian kami olah sendiri dengan cara me-roasting biji hingga sampai jadi minuman," kata Jehan Prima, kepada Arunala.com di Menyala Coffee and Roastery, Jumat (4/11) malam.

Roasting ini adalah proses pengolahan green bean mentah menjadi biji kopi hitam yang sering disimpan di coffee shop. "Roasting adalah proses pemanggangan biji yang masih mentah (green bean) hingga tingkat kematangan tertentu. Biji yang dipanggang akan siap untuk dikonsumsi setelah melewati first crack, biasanya ditandai dengan aroma manis karena proses karamelisasi di dalam biji," tutur Jehan.

Roasting kopi dilakukan selama 5-10 menit bergantung pada jenis herbs biji kopi. Biji kopi terbilang matang apabila warna biji kopi sudah berubah, dari kuning menjadi coklat.

Setelah melalui proses pemanggangan, biji kopi kemudian akan mengalami proses resting.

Dalam proses resting ini, biji kopi yang sudah dipanggan akan didiamkan selama 1-3 hari sebelum di packing.

"Biasanya di mesin roasting itu ada cooling fan-nya, itu juga membantu kopi yang sudah dipanggang segera menyesuikan dengan suhu ruang. Tapi tidak boleh sebentar, kita butuh paling tidak satu atau dua hari untuk mendiamkan biji kopinya," sebut Jehan.

Ia mengatakan pendiaman biji kopi hingga tiga hari bertujuan untuk membuat aroma dan rasa bagi biji kopi bisa menjadi lebih optimal.

"Selanjutnya, biji kopi itu dikonsumsi untuk kebutuhan Menyala Coffee. Bahkan dipasarkan ke beberapa outlet ataupun coffee shop yang ada di Kota Padang maupun luar Sumbar," ungkapnya.

Di Menyala Coffee, sebut Jehan, untuk menu kopi menyediakan signature dish. Lagi hits sekarang, kopi susu.

"Kami menyediakan salah satunya TOTL (Turn On The Lantern). Kopi susu di sini beda dibanding tempat lain. Pasalnya, kami memiliki resep dan citarasa tersendiri," tutur Jehan.

Jehan mengungkapkan, Menyala Coffee juga menyediakan menu kopi hasil racikan barista sendiri. Menu ini tidak ada di tempat lain. Seperti cinnamon latte, alchemist, dan sour savel.

"Juga tersedia menu Espresso Based di antaranya cappucino, espresso, double espresso, picollo, snow white dan lainnya," ungkapnya.

Selain menu kopi, tutur Jehan, di Menyala Coffee juga menyediakan menu non-coffee. Di antaranya varian teh baik hot tea maupun iced tea, splash series, dan iced blanded.

"Kemudian, menyediakan menu makanan dengan aneka pilihan makanan Indonesia, hingga beragam jenis western food," ucapnya seraya mengatakan harga menu pun terjangkau.

Selain tampil dengan nuansa estetik nan klasik, Menyala Coffee juga mengaransikan pelayanan yang ramah dari segenap karyawan. Kenyamanan dan kepuasan pengunjung, merupakan harga mati bagi kedai kopi yang pada awalnya lahir di kota dingin Padangpanjang itu.

Beroperasi mulai pukul 09.00 hingga pukul 22.30 imbuh Jehan, suguhkan hiburan live music dengan talen dan genre yang berbeda setiap malamnya (mulai pukul 19.00 WIB - 22.00 WIB), Sehingga pengunjung bisa menyeruput kopi sambil menikmati alunan tembang-tembang kesukaan mereka.

Ia sendiri memprediksi bahwa kebiasaan ngopi ini akan terus ada di tengah masyarakat Sumbar. Dengan kata lain, bukan hanya sekadar tren yang temporari.

"Ngopi ini sudah jadi budaya dari masyarakat Sumbar. Jadi, akan tetap ada kapan pun. Karena dalam keseharian seperti duduk santai, bercengkerama dengan keluarga sampai urusan bisnis, sering kali dilakukan di kedai kopi atau sambil ngopi. Terlebih juga sekarang varian kopi juga makin banyak," tukasnya.

Komentar