Direksi Terpilih Harus Paham Konsep Syariah

Ekonomi-250 hit 26-06-2020 14:54
Ketua DPRD Sumbar Supardi. (Dok : Istimewa)
Ketua DPRD Sumbar Supardi. (Dok : Istimewa)

Penulis: Amazwar Ismail | Editor: MN. Putra

Padang, Arunala - Wacana Pemprov Sumbar akan menjadikan BPD Sumbar (Bank Nagari, red) dari Bank Konvensional menjadi Bank Syariah mendapat perhatian besar bagi DPRD Sumbar.

Soalnya dengan menjadi Bank Syariah, maka Bank ini harus diisi oleh orang-orang yang akan jadi direksi di Bank itu benar-benar mengerti dan paham apa itu konsep Syariah.

"Bukannya asal menempatkan direksi yang hanya berdasarkan like and dislike," kata Ketua DPRD Sumbar Supardi, kepada wartawan di gedung DPRD Sumbar, Jumat (26/6).

Baca Juga

Supardi menekankan, dalam melakukan proses rekrutmen atau pemilihan para direksi Bank Nagari Syariah itu mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) No. 54 Tahun 2017 dan Permendagri No.37 Tahun 2018 yang mengatur secara rinci tentang jalannya BUMD.

"Untuk itu, kami di DPRD Sumbar, jelas akan terus mengawal proses pemilihan direksi Bank milik BUMD itu, agar tidak keluar "rel". Sekaligus kami minta Gubernur Sumbar untuk melakukan proses pemilihan itu benar-benar sudah sesuaiaturan dan bukan kongkalingkong," tandas Supardi.

Dirinya mengkhawatirkan, jangan nanti direksi yang ditempatkan tak ada satupun yang mengerti dan paham apa itu Konsep Syariah di bidang Perbankan. Kalau itu yang terjadi, bubarkan saja bank itu atau kembali saja jadi bank konvensional seperti semula.

"Untuk apa gaya-gayaan," ujar Supardi.

Menurut dia, konversi Bank Nagari dari Konvensional ke Syariah tentu saja akan menjadikannya makin sempurna mewakili identitas dan jati diri perbankan Minangkabau dengan filosofi adat basandi syara' dan syarak basandi khitabullah.

Menjadi sebagai Bank Nagari Syariah, kata dia, jelas bukan hal yang main-main, sebab ini merupakan langkah maju untuk menjauhkan umat Islam dari jeratan Riba.

Bayangkan, lanjutnya, jika para direksinya tak ada yang paham dan mengerti dengan konsep syariah. Kira-kira bagaimana jadinya bank ini.

"Jadi, harus profesional mengelolanya jika tak ingin bank ini cepat kolaps," kata Supardi.

Komentar