Alami Kehilangan Rp4 Triliun di Sektor Kunjungan Wisatawan

Metro- 14-12-2022 15:03
Objek wisata Jam Gadang, Kota Bukittinggi yang jadi magnet para wisatawan berkunjung ke Sumbar. (Dok : Istimewa)
Objek wisata Jam Gadang, Kota Bukittinggi yang jadi magnet para wisatawan berkunjung ke Sumbar. (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala.com - Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sumbar, Luhur Budianda menyampaikan momentum Visit Beautiful West Sumatera 2023 yang dicanangkan Pemprov Sumbar, diharapkan bisa meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan ke ranah minang ini.

Soalnya, sebut Luhur, di masa pandemi Covid-19 lalu, tingkat kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara ke Sumbar turun cukup drastis.

"Sebagai gambaran, pada tahun 2019, tingkat kunjungan para wisatawan itu mencapai angka 8,2 juta orang. Begitu Covid-19 melanda pada 2012, tingkat kunjungan ke Sumbar turun drastis, hanya mencapai 4,9 juta wisatawan, artinya ada penurunan hampir 3,3 juta pengunjung," kata Luhur kepada Arunala.com kemarin. Ditanya, kalau jumlah penurunan 3,3 juta wisatawan itu apabila dikonversikan ke rupiah, berapa nilar kerugian yang dialami Sumbar dari segi kunjungan wisatawan itu?

Baca Juga

"Kalau dikonversikan ke rupiah, jumlahnya cukup banyak. Berdasarkan kajian LPM IPB menunjukkan untuk sekali kunjungan wisatawan nusantara itu sebesar Rp1,312. Kalau jumlah ini dikalikan dengan 3,3 orang hasilnya mencapai kurang lebih Rp4 triliun. Ini jumlah kerugian Sumbar akibat turunnya tingkat kunjungan wisatawan di masa pandemi Covid-19," kata Luhur.

Melihat kenyataan itu, Luhur mengakui, Sumbar kehilangan momen. Makanya, lanjut dia, pasca pandemi ini, pihaknya (Dispar, red) bersiap bangkit dengan menyiapkan semua fasilitas dan kualitas, atraksi ditingkatkan menyambut momentum Visit Beautiful West Sumatera 2023 yang akan dilaunching Gubernur Sumbar Mahyeldi, pada 24 Desember nanti di Jam Gadang, Kota Bukittinggi.

Luhur berharap, dengan adanya Visit Beautiful West Sumatera 2023, apalagi telah melandainya pandemi Covid-19, jumlah kunjungan wisatawan ke Sumbar bisa kembali naik.

"Minimal saya berharap jumlahnya sama dengan tingkat kunjungan di tahun 2019 yakni sebanyak 8,2 juta pengunjung," ungkap Luhur Budianda.

Sedangkan menyangkut keberadaan gerai Tourism Activity Center (TAC), dan Galeri Budaya, yang disediakan pihak PT Angkasa Pura II cabang Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Luhur menilai tempat itu sangat menunjang bagi upaya promosi pariwisata Sumbar.

"Dengan adanya TAC, kami dari Dispar Sumbar dan kabupaten kota tentunya harus juga tingkatkan kualitas dengan menyiapkan berbagai informasi wisata melalui sarana yang disediakan pihak BIM ini," jelas Luhur.

Komentar