Perda Adaptasi Kebiasaan Baru di Sumbar Disahkan

Metro-214 hit 11-09-2020 20:36
DPRD Sumbar saat mengesahkan Perda Adaptasi Kebiasaan Baru dalam sidang Paripurna, Jumat (11/9). (Foto : Istimewa)
DPRD Sumbar saat mengesahkan Perda Adaptasi Kebiasaan Baru dalam sidang Paripurna, Jumat (11/9). (Foto : Istimewa)

Penulis: Amazwar Ismail | Editor: MN. Putra

Padang, Arunala - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat (Sumbar) mensahkan Peraturan daerah (Perda) Adaptasi Kebiasaan Baru di Gedung DPRD Sumbar, Kota Padang, Jumat (11/9).

Perda ini nantinya menjadi acuan bagi Pemprov Sumbar serta pemkab dan pemko mengenai standarisasi dari penerapan pola hidup masa pandemi Covid-19 di Sumbar.

Rapat paripurna yang dilaksanakan Jumat itu langsung dipimpin oleh Ketua DPRD Sumbar Supardi dan dihadiri oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan kepala OPD.

Baca Juga

Sedangkan agenda paripurna adalah pengambilan keputusan terhadap Ranperda tersebut.

Sebelum disahkan menjadi Perda, lebih dulu DPRD Sumbar melalui Pansus mengkaji dan mendalami draf rancangan peraturan daerah (Ranperda) yang diajukan Pemprov Sumbar beberapa waktu lalu.

Ketua DPRD Sumbar Supardi mengatakan pembuatan Perda ini sesuai dengan Permendagri Nomor 440-830 Tahun 2020 tentang tatanan baru produktif aman Covid-19.

"Perda itu dibuat agar kehidupan berjalan dengan normal, namun melaksanakan pola hidup masa pandemi Covid-19," kata Supardi.

Adaptasi kebiasaan baru itu, jelas Supardi memakai masker kalau keluar rumah, rajin cuci tangan, dan jaga jarak fisik, tujuannya agar kehidupan dapat berjalan seperti semula.

"Jadi dengan Perda Kebiasaan baru ini, Sumbar dapat mengatasi penyebaran Covid-19," tukas Supardi.

Dia menambahkan, hingga saat ini penyebaran virus corona belum bisa dipastikan kapan berakhir. Sebaliknya jumlah pasien yang terpapar terus bertambah, termasuk di Sumbar.

Tidak sampai di situ, imbuh dia, saat ini ada daerah kembali menerapkan PSBB secara ketat, namun itu akan mempengaruhi psikologi dan kondisi ekonomi semakin buruk.

Sebenarnya, sambung Supardi, Ranperda Adaptasi Kebiasaan baru ini belum masuk dalam Propemperda tahun 2020, tapi karena pertimbangan kondisi darurat menyangkut kesehatan maka pembahasannya cepat dilakukan.

Sedangkan, Ketua Bapemperda Hidayat dalam penjelasannya mengatakan Perda ini dibuat berdasarkan Inpres Nomor 6 Tahun 2020 tentang penanganan Covid-19.

"Tujuannya untuk melindungi masyarakat dari Covid-19. Kemudian juga pola pencegahan penularannya. Perda ini juga memberi kepastian hukum sebagai bentuk efek jera bagi pihak bagi yang mengabaikannya," kata Hidayat.

Komentar