.
Disinggung kiatnya membuat Aida bisa hafal 30 Juz, menurut Leni, tidak ada kiat khusus. Aida baru belajar membaca Al Quran setelah kelas satu SD. Dan baru mulai menghafal setelah bacaan Al Qurannya lancar. Diakui Leni, ia tegas dalam melatih hafalan Aida.
"Saya sendiri yang melatih hafalannya atau murojaah. Setiap pagi sebelum berangkat sekolah murojaah 5 juz. Kadang saya suka ribut dengan ayahnya yang ingin agar Aida lebih banyak waktu untuk bermain, tapi setelah saya coba ikuti, ternyata hafalannya banyak yang hilang," ungkap Leni.
Sejak itu, lanjut dia, dirinya tidak pernah beri kelonggaran lagi. Walaupun dalam hati sebenarnya ada pertentangan batin, antara rasa sayang pada anak dengan keinginan menjadikan anak Hafidzah. "Tapi harus tega, demi kebaikan Aida," lanjutnya.
Terbukti setelah Aida menunjukkan prestasinya semua keluarga turut mendukung segala aktivitas Aida untuk menjadi seorang Hafidzah.
Usai perhelatan MTQ Nasional ini, Aida dan ibunya akan tetap berada di Sumbar selama seminggu. Selain melepas rindu pada kampung halaman, Aida juga ada jadwal syiar ke Taman Pendidikan Quran dan pondok pesantren yang ada di Sumbar.


Komentar